Hendak Dipindah Tugaskan ke Wonogiri, Kapolres Pati: Sholawatan Setiap Malam Paling Berkesan
Dirinya menjadi kapolres perempuan kali pertama, yang kabarnya sebentar lagi akan dipindah tugas.
Penulis: Dwi Laylatur Rosyidah | Editor: suharno
Laporan Reporter Tribun Jateng, Dwi Laylatur Rosyidah
TRIBUNJATENG.COM, PATI - Kapolres Pati Jawa Tengah, AKBP Uri Nartanti Istiwidayati selama sekitar tujuh bulan lamanya sudah bertugas di kabupaten ini.
Dirinya menjadi kapolres perempuan kali pertama, yang kabarnya sebentar lagi akan dipindah tugas ke daerah lain yakni Wonogiri.
Hal tersebut dijelaskannya kepada Tribunjateng.com, yang menemui secara eksklusif untuk bertutur kisahnya selama bertugas, Kamis (1/11/2018).
AKBP Uri menjelaskan bahwa dari awal kedatangannya di Pati dan menjalankan tugasnya itu menemukan hal-hal yang berkesan.
Satu di antaranya yang diakui membuat AKBP Uri sangat terkesan adalah setiap desa itu ada sedekah bumi, sedekah laut dan sholawat menjadi hal yang masyhur.
"Setiap desa itu ada sedekah bumi, sedekah laut. Hampir setiap malam ada sholawatan," ujarnya.
Baca: Plaza Pragolo Pati Jadi Tempat Multifungsi, Mulai Tempat Foto Hingga Latihan Kicau Burung
Selain itu, perjalanan selama bertugas ini juga membawanya akan ngangsu kawruh alias mencari pengetahuan.
Dirinya menjelaskan bertemu dengan banyak kyai besar yang bahkan skalanya sudah nasional, tokoh-tokoh, bupati yang memiliki kepemimpinan santun merakyat dan banyak lainnya.
"Saya melihat bagaimana khususnya kehidupan di pesantren, bagaimana seorang santri tawadlu'nya kepada kyai," paparnya.
AKBP Uri mengakui belajar indahnya nilai-nilai Islam di Kabupaten Pati, bagaimana kemudian rahmatan lil 'alamin itu diajarkan oleh para kyai sepuh.
Dirinya bercerita saat beberapa waktu lalu melaksanakan silaturahim akbar, melihat bagaimana Mbah Khalil sangat hormat kepada habib Luthfi, juga sebaliknya.
Hal tersebut diakui menjadi pelajaran yang sangat berharga, bahkan saling hormat menjadi modal besar untuk menjaga NKRI.
Selesai di Pati dan Beralih tugas ke Kabupaten Wonogiri, dilihatnya sebagai jalan dari Tuhan dan mungkin menjadi waktu yang terbaik.
Baca: Kabupaten Pati Harapkan Jadi Sentra Perunggasan untuk Provinsi Jawa Tengah
Apalagi ternyata bertugas di Wonogiri merupakan cita-citanya sejak dirinya masih muda.
Terkait harapan yang belum terlaksana, diakuinya ada yakni program untuk menggelar Jambore lintas agama yang rencananya dilaksanakan tahun depan.
Kegiatan yang belum terealisasi ini dijelaskannya untuk membangun toleransi, melihat perbedaan sebagai sesuatu yang indah. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kapolres-pati_20181101_230030.jpg)