Kisah Nina Jualan Kebab Sahara dengan Gerobak, Kini Punya Tiga Kafe di Tegal
Siapa sangka, kuliner kekinian seperti kebab ternyata sangat digandrungi dan diminati oleh masyarakat Kabupaten Tegal.
Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: m nur huda
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang
TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Siapa sangka, kuliner kekinian seperti kebab ternyata sangat digandrungi dan diminati oleh masyarakat Kabupaten Tegal.
Meski sate kambing muda sudah lebih dahulu populer di wilayah Tegal Raya, namun nyatanya kehadiran kuliner kekinian seperti kebab pun dapat bersaing, bahkan memiliki prospek yang bagus
Hal itu seperti yang dialami Pengusaha sekaligus Owner Kebab Sahara, Nina Bajri (42) saat meluangkan waktunya kepada Tribunjateng.com, beberapa waktu lalu.
Sebelum berjualan kebab, Nina mengaku memulai usahanya dengan berdagang kue kamir yang biasa tersedia saat pagi maupun malam hari.
Kue Kamir yang berbahan dasar terigu, mentega, dan telor itu memang populer di wilayah Tegal Raya dan Pemalang, Jawa Tengah dengan bentuk seperti dorayaki ala serial Kartun Doraemon.
Berawal dari suka terhadap kamir membuat Nina tertarik untuk mendirikan usaha.
Usaha kamir yang dimulai dan dilakukan oleh Nina pun terlebih dahulu menggunakan gerobak pada tahun 2010.
Seiring berkembangnya waktu, usaha yang digarap Nina itu mulai merambah ke Kebab pada tahun 2013 hingga akhirnya membuat Cafe karena minat masyarakat yang kian tinggi
"Terbentuklah Cafe Sahara yang kini berada di Jalan Pala Raya No 5, Desa Mejasem, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal. Kami mendirikan cafe seiring minat dari masyarakat yang juga baik. Bahkan ada yang memesan untuk kegiatan serta hajatan," cerita Nina.
Dia menyebut bahwa kamir dan kebab yang dibuatnya banyak digemari masyarakat sekitar.
Maka, Nina mulai berpikir untuk mendirikan usaha cafe,
Meski usaha cafenya terus berdiri, Nina mengaku bahwa berjualan dengan gerobak masih tetap dilakukannya.
"Ya dari gerobak ke cafe. Tapi gerobaknya tetap masih jalan. Alhamdullilah, omset per bulannya kini mencapai sekitar Rp 200 juta," Nina sembari mengingat masa-masa bergerobal dulu.
Kini, di dalam Cafe Sahara miliknya tal hanya kebab dan kamir saja yang alan dihidangkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kebab-sahara-di-cafe-sahara-jalan-pala-raya-no-5-desa-mejasem-kecamatan-kramat-kabupaten-tegal_20181101_124908.jpg)