Jumat, 8 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kisah Nina Jualan Kebab Sahara dengan Gerobak, Kini Punya Tiga Kafe di Tegal

Siapa sangka, kuliner kekinian seperti kebab ternyata sangat digandrungi dan diminati oleh masyarakat Kabupaten Tegal.

Tayang:
Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/ Akhtur Gumilang
Kebab Sahara di Cafe Sahara, Jalan Pala Raya No 5, Desa Mejasem, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal.  

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Siapa sangka, kuliner kekinian seperti kebab ternyata sangat digandrungi dan diminati oleh masyarakat Kabupaten Tegal.

Meski sate kambing muda sudah lebih dahulu populer di wilayah Tegal Raya, namun nyatanya kehadiran kuliner kekinian seperti kebab pun dapat bersaing, bahkan memiliki prospek yang bagus

Hal itu seperti yang dialami Pengusaha sekaligus Owner Kebab Sahara, Nina Bajri (42) saat meluangkan waktunya kepada Tribunjateng.com, beberapa waktu lalu.

Sebelum berjualan kebab, Nina mengaku memulai usahanya dengan berdagang kue kamir yang biasa tersedia saat pagi maupun malam hari.

Kue Kamir yang berbahan dasar terigu, mentega, dan telor itu memang populer di wilayah Tegal Raya dan Pemalang, Jawa Tengah dengan bentuk seperti dorayaki ala serial Kartun Doraemon.

Berawal dari suka terhadap kamir membuat Nina tertarik untuk mendirikan usaha.

Usaha kamir yang dimulai dan dilakukan oleh Nina pun terlebih dahulu menggunakan gerobak pada tahun 2010.

Seiring berkembangnya waktu, usaha yang digarap Nina itu mulai merambah ke Kebab pada tahun 2013 hingga akhirnya membuat Cafe karena minat masyarakat yang kian tinggi

"Terbentuklah Cafe Sahara yang kini berada di Jalan Pala Raya No 5, Desa Mejasem, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal. Kami mendirikan cafe seiring minat dari masyarakat yang juga baik. Bahkan ada yang memesan untuk kegiatan serta hajatan," cerita Nina.

Nina Bajri saat berada di Cafe Sahara yang berada di Jalan Pala Raya No 5, Desa Mejasem, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal. 
Nina Bajri saat berada di Cafe Sahara yang berada di Jalan Pala Raya No 5, Desa Mejasem, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal.  (Tribun Jateng/ Akhtur Gumilang)

Dia menyebut bahwa kamir dan kebab yang dibuatnya banyak digemari masyarakat sekitar.

Maka, Nina mulai berpikir untuk mendirikan usaha cafe,

Meski usaha cafenya terus berdiri, Nina mengaku bahwa berjualan dengan gerobak masih tetap dilakukannya.

"Ya dari gerobak ke cafe. Tapi gerobaknya tetap masih jalan. Alhamdullilah, omset per bulannya kini mencapai sekitar Rp 200 juta," Nina sembari mengingat masa-masa bergerobal dulu.

Kini, di dalam Cafe Sahara miliknya tal hanya kebab dan kamir saja yang alan dihidangkan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved