Sekitar Taman Tingkir Lebih Warna-warni Setelah Dilukis Puluhan Seniman Mural
Pengunjung Taman Tingkir Salatiga menyambut baik aksi mural yang dilakukan oleh lebih dari 75 seniman berbagai kota.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: galih permadi
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Eka Yulianti Fajlin
TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Pengunjung Taman Tingkir Salatiga menyambut baik aksi mural yang dilakukan oleh lebih dari 75 seniman berbagai kota.
Mereka menunjukkan kebolehan melukisnya di tembok milik CV Gajah Mas Salatiga yang berada di sisi kanan dan kiri Taman Tingkir, Minggu (11/11).
Satu diantaranya yaitu, Nur Shohid. Pengunjung dari Desa Susukan itu mengatakan, para seniman mural membuat lingkungan disekitar taman menjadi lebih berwarna.
Terlebih, sebagian besar pengunjung taman tersebut adalah anak-anak. Hal itu membuat mereka lebih senang bermain di taman itu.
"Saya kesini momong anak. Seneng lah anak-anak disuguhi lukisan-lukisan bagus seperti itu. Terlihat lebih menarik juga," ujarnya.
Pengunjung lain, Alfi Arif pun sependapat. Menurutnya, lukisan-lukisan yang terpampang tersebut membuat lingkungan menjadi lebih hidup.
Apalagi, berada di sekitar taman. Hal ini mempercantik taman meski ada diluar taman. Selain itu, seniman juga memiliki wadah untuk menuangkan keahliannya.
"Jadi, para seniman tidak melakukan aksi vandalisme, corat-coret tidak jelas," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Acara Salatiga Street Art Festival, Muhammad Zukiul Fikri membebaskan para seniman dalam berkreativitas.
Tidak ada tema tertentu yang diwajibkan. Hanya saja, dia mengharuskan para seniman menggunakan komposisi warna kuning dan orange sebanyak 20 persen dalam melukis.
Hal itu agar lukisan yang terpampang di tembok sepanjang 250 meter tersebut terlihat senada meski berbeda gambar.
"Kalau tidak diwajibkan warnanya, nanti terlihat berantakan. Kalau di setiap gambar ada warna orange dan kuning kan terlihat seragam," ujarnya.
Dia melanjutkan, karya yang digambar oleh para seniman mengandung makna tersendiri. Mereka secara tidak langsung menyampaikan pesan melalui karya mereka.
"Setiap gambar ada kritik. Ada membuat mural hoax. Mereka ingin menyampaikan pesan kepada masyarakat agar tidak menyebarkan berita hoax yang kerap terjadi akhir-akhir ini," ujarnya.
Selain itu, lanjut Fikri, sejumlah seniman menggambar terkait dinamika sosial dan suasana lingkungan sekitar. Seperti yang digambarkan oleh Elham Nur Fatoni, seorang seniman mural dari Kota Solo.
Elham menggambar sebuah robot memegang bola yang didalamnya ada pepohonan.
Makna dari lukisan itu, jelas Elham, antara manusia dan tumbuhan saling membutuhkan. Mereka saling tumbuh bersama dalam perdamaian.
"Dalam lukisan itu, saya mengajak masyarakat ke semangat perdamaian saling tumbuh bersama," tuturnya.
Terlebih, sambungnya, lingkungan Kota Salatiga masih asri dan hijau sehingga perlu dirawat dan dijaga agar tetap hijau.
Selain memperindah lingkungan, aksi mural tersebut juga bertujuan membentuk suatu wadah yang dapat mempersatukan para seniman dari berbagai kota seperti Salatiga, Solo, Magelang, Semarang, dan kota lainnya.
Dalam aksi mural ini, terdapat berbagai rangkaian acara seperti workshop mural, art merchandise, dan music perform. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/seniman-mural.jpg)