Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Bandingkan dengan Jokowi, Ferdinand Hutahaean: Beruntung Bangsa Ini Punya SBY

Ferdinand Hutahaean membandingkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Presiden Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Penulis: Ardianti WS | Editor: abduh imanulhaq
Tribunnews
Jokowi dan SBY 

TRIBUNJATENG.COM- Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean membandingkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Presiden Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Tribunjateng.com, melihat melalui akun Twitter @Ferdinand_Haean pada Rabu (14/11/18).

Dalam cuitan tersebut, Ferdinand menyindir Jokowi yang sempat berbicara terkait sontoloyo dan Genderuwo.

Sementara itu, SBY berbicara terkait nasionalisme, patriotisme dan globalisme yang bisa berdampingan.

"Ketika Jokowi bicara Sontoloyo dan Genderuwo, beruntunglah bangsa ini punya SBY yang bicara tentang Nasionalisme, Patriotisme dan Globalisme yang mestinya akur beriringan.

Ketika Trump dan Macron sdg beda pendapat ttg dunia, Jokowi bernarasi Genderuwo," tulis Ferdinand Hutahaean.

Baca: VIDEO : Bawaslu Kabupaten Pati Copot Puluhan APK yang Tidak Tertib

Baca: Tepergok Berduaan di Kamar Kosan, 5 Pasangan Dibawa ke Mapolres Tegal Kota

Baca: Lirik dan Arti Lagu Solo Jennie Blackpink, Trending di Youtube No 1

Baca: Wali Kota Tegal Sebut Rencana Dana Kelurahan Tidak Tiba-tiba Ada di Tahun Politik

Diketahui, beberapa jam yang lalu, SBY menuliskan sebuah cuitan.

Dalam cuitan tersebut, SBY mengaku mengikuti Donald Trump dan Emmanuel Macron.

Menurut SBY, kedua pemimpin itu memiliki prioritas utama dalam membangun negara.

Yakni sikap nasionalisme dan globalisme.

Ayah Agus Harimurti Yudhoyono itu menyebutkan bahwa negara barat memiliki definisi nasionalisme yang berbeda dengan negara non barat, termasuk Indonesia.

Menilai kedua sisi itu, SBY menyatakan bahwa keduanya tak perlu dipertentangkan.

Lantaran globalisme dan nasionalisme bisa berdampingan.

SBY lantas menegaskan bahwa nasionalisme diartikan sebagai cinta bangsa, rasa dan semangat wawasan kebangsaan masing-masing.

Ia menambahkan, tidak ada salahnya jika kepentingan bangsa yang harus diutamakan sepanjang tidka merugiakn dan memusuhi bangsa lain.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved