Sejumlah Ruas Jalan di Kota Lama Semarang Akan Jadi Jalur Khusus Pejalan Kaki
Meski proses revitalisasi kawasan Kota Lama Semarang belum selesai, Pemkot Semarang mulai merancang diperuntukkan khusus pejalan kaki.
Penulis: m zaenal arifin | Editor: galih permadi
Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Meski proses revitalisasi kawasan Kota Lama Semarang belum selesai, Pemkot Semarang mulai merancang penataan kawasan tersebut khususnya untuk arus lalulintas.
Pasalnya, sejumlah ruas jalan di kawasan tersebut nantinya diperuntukkan khusus pejalan kaki.
Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan mengatakan, mengacu pada Perda Nomor 8 Tahun 2003 tentang Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) Kawasan Kota Lama, jalan-jalan di kawasan tersebut harus dilengkapi landscape, pertandaan, perabot jalan dan patok pengaman bagi pejalan kaki.
"Beberapa ruas jalan nanti ditetapkan sebagai jalur khusus pejalan kaki. Antara lain, Jalan Garuda dan ruang terbuka disekitarnya, Taman Srigunting, Jalan Kepodang," kata Danang, Jumat (16/11/2018).
Selain beberapa ruas jalan tersebut, jalan tembus yang berada di Jalan Letjen Soeprapto ke arah Jalan Cendrawasih dan jalur tembus di Jalan Kepodang ke arah Kantor Satlantas yang melewati lahan kepemilikan pribadi juga akan menjadi jalan khusus pejalan kaki.
''Khusus Jalan Letjen Soeprapto, nantinya yang boleh melintas hanya mobil penumpang dan motor. Di luar kendaraan itu seperti truk tidak boleh melintas. Sebab, di kanan-kiri jalan tersebut juga area pedestrian khusus bagi pejalan kaki," ucapnya.
Untuk menampung kendaraan pengunjung atau wisatawan Kota Lama, telah disiapkan tiga kantong parkir yaitu di kantor pelayanan SIM Satlantas, Jalan Branjangan belakang Museum 3D dan di Jalan Sendowo.
Ketiga kantong parkir tersebut dapat menampung sekitar 700 motor dan 500 mobil.
"Bagi masyarakat yang bertamasya ke Kota Lama bisa memarkirkan kendaraannya di tiga lokasi tersebut. Di luar jalan itu tidak diperbolehkan parkir," jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Semarang, Irwansyah menuturkan, revitalisasi Kota Lama ditargetkan tuntas akhir 2018 ini.
Selain perbaikan jalan dan drainase, penataan juga dilakukan pada jalur pedestrian, landscape, bangku taman, halte hingga kolam retensi.
"Penataan Kawasan Kota Lama Semarang sedang dilakukan secara bertahap. Kekumuhan sampah drainase dan kesemrawutan jaringan kabel utilitas bakal ditata dan dirapikan," ucapnya.
Revitalisasi Kota Lama Semarang dibiayai oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sekitar Rp 200 miliar. Anggaran itu dibagi untuk sejumlah kegiatan, antara lain peningkatan jalan dan pedestarian, perbaikan saluran drainase, utilitas, dan landscape.
Irwansyah memaparkan, pembangunan jaringan utilitas di Kawasan Kota Lama tidak tumpang tindih dengan pembangunan trotoar di Jalan Letjend Soeprapto yang saat ini sudah dibangun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/salah-satu-spot-gedung-tua-bergaya-eropa_20180924_204050.jpg)