Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Datangi TKP Tubuh Renta Mudrin Dipapah Warga, Ia Tak Percaya Anaknya Telah Dibunuh

Mudrin merupakan orang tua dari Toyibah, dan nenek dari pelaku yaitu Agus Ruhin (18) yang tega menebas leher ibu kandungnya

Penulis: budi susanto | Editor: muslimah
Tribunjateng.com/Budi Susanto
Mudrin ditemani warga saat mendatangi rumah anaknya, Rabu (21/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - "Saya ingin melihat anak saya," kata tersebut terus dilontarkan oleh Mudrin (85) saat mendatangi rumah Toyibah yang menjadi korban kebrutalan anak kandungnya sendiri.

Mudrin merupakan orang tua dari Toyibah, dan nenek dari pelaku yaitu Agus Ruhin (18) yang tega menebas leher ibu kandungnya.

Ditemani warga sekitar, wanita renta tersebut berusaha masuk ke tempat kejadian, yang sudah dipasang garis polisi.

Walaupun petugas melarang Mudrin untuk masuk, namun ia terus berusaha memasuki rumah anaknya.

Petugas dari Polres Pekalongan Kota sedang melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian pembunuhan yang terletak di Sokoduwet Kecamatan Pekalongan Selatan, Rabu (21/11/2018).
Petugas dari Polres Pekalongan Kota sedang melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian pembunuhan yang terletak di Sokoduwet Kecamatan Pekalongan Selatan, Rabu (21/11/2018). (Tribunjateng.com/Budi Susanto)

Dibantu warga akhirnya Mudrin mau meninggalkan lokasi dan menunggu proses pemeriksaan yang dilakukan oleh jajaran Polres Pekalongan Kota.

Ia menjelaskan, ingin melihat keadaan anaknya, yang dikabarkan telah meninggal dunia ditangan anak kandungnya sendiri.

"Saya hanya ingin melihat keadaan anak saya, saya tidak percaya anak saya meninggalkan dunia," ujarnya sembari menangis, Rabu (21/11/2018).

Sementara itu, Sarmui (52) tetangga korban menerangkan, korban merupakan orang baik selain sering membantu tetangga, sosok Toyibah tak pernah marah.

"Baik suami istri sangat baik, bukan keluarga saja yang kehilangan, kami pun sebagai tetangga merasa sangat kehilangan," paparnya.

Ditambahkannya, Muhsin bekerja sebagai pengepul padi, dan sang istri membantu usaha suaminya.

"Jika ada rejeki berlebih, keduanya sering membagikan ke tetangga sekitar, kenapa malang sekali nasibnya sampai seperti itu," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved