Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Edy rahmayadi: Kami Sudah Berusaha Panggil Luis Milla namun Luis Milla Tidak Bisa Hadir

Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi meminta maaf kepada masyarakat Indonesia terlait kekalahan Timnas di piala AFF. Edy mengaku sudah memanggil Luis Milla

Penulis: Ardianti WS | Editor: abduh imanulhaq
Tribunnews/Abdul Majid
Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi memberikan sambutan dalam acara penandatanganan kesepakatan kerja sama antara PSSI dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang dilangsungkan di Gedung BRI, Jakarta Pusat, Rabu (1/8/2018). 

TRIBUNJATENG.COM- Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi meminta maaf kepada masyarakat Indonesia terkait kekalahan Timnas di piala AFF.

TribunJateng.com, melihgat melalui siaran TVone yang diunggah di akun Youtube TV one pada Senin (26/11/18).

Edy Rahmayadi mohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Ia mengaku terus melakukan evaluasi.

Bahkan ia mengaku kecea dengan kelahan tersebut.

Edy menyebutkan bahwa kulaitias Timnas U-23 kualitasnya tidak terlalu bagus.

"Saya sadar bahwa rakyat Indonesia kecewa, sama saya sangat kecewa, tapi perlu diketahui bahwa ini adalah kenyataan pahit, jauh-jauh hari memang ini yang kita khawatirkan, usia senior dalam piala AFF itu memang secara kuantitas memang sangat kurang, bagaimana kita menuntut untuk kualitas," ujarnya.

Media Asing Sebut Edy Rahmayadi Beri Alasan Konyol dari Kegagalan Indonesia di Piala AFF 2018

Prediksi Peringkat Timnas Indonesia di FIFA Seusai Fase Grup Piala AFF 2018

Peluang Juara Liga 1 2018 Tertutup, Pelatih Persib Mario Gomez Kejar Target di AFC Cup

Edy Rahmayadi lantas menyebut bahwa Timnas U-23 para pemainnya ada yang berusia lebih dari 30 tahun.

"Pada saat itu dari hasil kita melakukan evaluasi, telekosting dari Luis Milla, kita mengambil langkah naturalisasi, sempat kita lakukan naturalisasi dan pada telekosting tidak terpilih, bahkan mayorutas pemain di usia senior ini di dominasi usia 23 yang mantan-mantan pemain Asian Games, diperkuat dengan itu ada usianya yang menjelang 38 tahun, memang minim kualitas pemain-pemain kita," ujarnya.

Ketua PSSI itu lantas mengatakan bahwa ia telah berupaya memanggil Luis Milla, namun menurutnya, Luis Milla justru tidka bisa hadir.

"kita sudah berusaha memanggil Luis Milla, namun Luis Milla tidak bisa hadir," ujarnya.

Edy lantas mengapresiasi kepada seluruh tim baik mangaer, atlet dan para pelatih yang telah berupaya keras.

"ini suatu kendala yang kita hadapi dan berusaha membesarkan diri dan berlatih di waktu yang ada, kita mohon maaf, maksimal kita sudah berbuat, kita lihat coach dengan semua manager sudah berbuat melatih para atlet, dan para pemain juga sudah berusaha begitu keras," ujarnya.

Terkait dengan permainan timnas di piala AFF, Edy Rahmayadi memberikan komentar dan meminta maaf dengan hasil kekalahan Timnas.

"Dari awal permainan melawan Singapura, kita lihat bersama bahwa atlet kita begitu sulit untuk kembali ke formatnya ini tidak tercapai dan pada akhirnya melawan Filiphina dan terkahir kemarin, dan sempat 25 menit pertama melawan Thailand, saya senang saat itu, kemudian drop, ini yang terjadi dan sekali lagi mohon maaf saya khususnya dan saya bertanggungjawab khususnya hal ini," ujarnya.

Diketahui, Timnas Indonesia gagal melaju ke babak semifinal.

Tim besutan Bima Sakti ini sudah dua kali mengalami kekalahan yakni melawan Singapura (0-1) dan Thailand (2-4), menang melawan Timor Leste (3-1) dan menyisakan pertandingan melawan Filiphina.

Kemudian, Edy Rahmayadi dimintai keterangan terkait kondisi tersebut.

Tampak Edy diwawancarai saat berjalan meninggalkan sebuah lokasi acara satu kepemudaan di Hotel Emereld Garden, Medan, Kamis (22/11/2018).

Edy Rahmayadi baru saja menghadiri sebuah acara organisasi kepemudaan di Hotel Emerald Garden, Medan, Sumatera Utara, Kamis (22/11/2018) malam.

Saat diwawancara, Edy menyebut bahwa wartawan harus baik.

"Timnas belum berhasil di ajang AFF, itu, apa ke depan kita akan melakukan evaluasi atau bagaimana, Pak?," tanya wartawan.

Sambil berjalan, Edy lantas menjawab bahwa wartawannya harus baik.

Tahan Imbang Indonesia, Filipina Dampingi Thailand ke Semifinal Piala AFF 2018

Piala AFF 2018 - Chant Wartawan Harus Baik & Edy Out Menggema saat Timnas Indonesia Vs Filipina

Piala AFF 2018 - Timnas Indonesia Vs Filipina Imbang, The Azkals Dampingi Thailand ke Semifinal

"Wartawannya yang harus baik. Jadi kalau nanti wartawannya baik, Timnasnya baik," ujar Edy.

Lantaran ucapan Edy Rahmayadi itu, kemarin, Minggu (25/11/18), Suporter Timnas Indonesia menyanyikan chants yang unik saat laga Indonesia melawan Filiphina di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, Minggu (25/11/2018).

Chants itu bernada menyudutkan Ketua PSSI Edy Rahmayadi.

Di antaranya chants 'Edy Out' dan 'Wartawan Harus Baik'

Videonya pun menjadi viral di berbagai linimasa media sosial.

Lantas apa komentar Edy Rahmayadi?

Saat Edy Rahmayadi diwawancarai awak media usai menghadiri rapat paripurna di DPRD Sumut, Senin (26/11/2018) siang, ia tidak memberikan pernyataan terkait kedua chants tersebut.

Ia berjanji akan menjelaskan seluruhnya saat wawancara dengan televisi nasional.

"Gak usah saya ceritakan di sini. Bukan itu maksudnya. Panjang jadinya. Kalian potong, kalian putar-putar lagi omongan saya. Nanti Ribut lagi," ucap Edy.

Edy lantas berjalan keluar pintu Ruang Paripurna, awak media pun mencoba menggali komentar Edy Rahmayadi.

"Nanti comment aku (kasih komentar), kalian putar-putar lagi ke mana-mana," tambah Edy sambil elus-elus wajah wartawan.

Bima sakti siap mundur

Lantaran hal tersebut, Bima Sakti mengaku siap mundur.

Pelatih timnas Indonesia itu menyerahkan semuanya kepada PSSI atas gugurnya tim Merah Putih di Piala AFF 2018.

Timnas Indonesia sudah dipastikan angkat kaki dari ajang bergengsi se Asia Tenggara tersebut.

Itu setelah pada pertandingan semalam, Filipina berhasil bermain imbang 1-1 melawan Thailand pada laga lanjutan Grup B Piala AFF 2018 di Stadion Panaad, Bacolod.

Hasil itu membuat Filipina dan Thailand sudah mengumpulkan tujuh poin dari tiga pertandingan yang sudah dijalankan.

Sementara timnas Indonesia baru memiliki tiga poin dan masih menyisahkan satu pertandingan lagi melawan Filipina akhir pekan nanti di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat.

"Kalau memang PSSI memutuskan kami mundur, kami siap," kata Bima Sakti selepas menggelar sesi latihan timnas Indonesia di Stadion Madya, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (22/11/2018).

Bima Sakti sangat berharap setelah ia mundur, PSSI bisa menunjuk pelatih berkualitas untuk menangani timnas Indonesia.

Tentu saja harapan itu demi kebaikan tim Merah Putih yang sudah haus akan gelar prestasi.

"Siapapun pelatihnya nanti, baik asing atau lokal, kita semua harus dukung semaksimal mungkin," ucap Bima Sakti.

Fahri hamzah Sebut Janji PKS Hapus Pajak Motor Langkah Mundur Tidak Visioner

Hampir Menang, Penyerang PSIS: Sayangnya Wasit Beri Penalti ke Madura United

Bertandang ke Stadion Angker, Maro Gomez Fokus Benahi Mental Pemain Persib Bandung

Bima sakti berharap publik mengerti

Lebih lanjut pelatih berusia 44 tahun itu mengatakan bahwa tidak mudah untuk dipercaya menjadi juru taktik timnas Indonesia.

Bima Sakti sangat berharap agar masyarakat Indonesia bisa mengerti.

Untuk membuat timnas Indonesia berprestasi harus sudah dilakukan sejak usia dini.

Bima Sakti menyebut Thailand dan Vietnam yang sudah mulai melakukan itu.

"Kita liat Thailand dan Vietnam dari usia dini mereka sudah dibentuk, jadi memiliki dasar yang bagus," kata Bima Sakti.

Bima Sakti menyadari gugurnya timnas Indonesia di Piala AFF 2018 membuat kecewa pecinta sepak bola Tanah Air.

Di media sosial, masyarakat Indonesia sudah menyuarakan agar Bima Sakti dan Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, mundur.

"Pemain tidak terpengaruh ke media sosial. Siapapun yang bermain besok melawan Filipina, kami harap dapat dukungan dari masyarakat Indonesia," kata Bima Sakti. (TribunJateng.com/Woro Seto)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved