Ketua PSSI Edy Rahmayadi Akhirnya Tanggapi soal Edy Out dari Pecinta Sepak Bola Indonesia

Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, akhirnya bersedia berbicara terkait teriakan Edy Out yang disuarakan oleh masyarakat Indonesia.

Ketua PSSI Edy Rahmayadi Akhirnya Tanggapi soal Edy Out dari Pecinta Sepak Bola Indonesia
Tribunnews/Abdul Majid
Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi memberikan sambutan dalam acara penandatanganan kesepakatan kerja sama antara PSSI dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang dilangsungkan di Gedung BRI, Jakarta Pusat, Rabu (1/8/2018). 

TRIBUNJATENG.COM - Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, akhirnya bersedia berbicara terkait teriakan Edy Out yang disuarakan oleh masyarakat Indonesia. 

Edy Rahmayadi pun mengaku menerima kritik dari pecinta sepak bola Tanah Air pasca gugurnya timnas Indonesia di Piala AFF 2018.

Edy Rahmayadi menyadari teriakan itu karena masyarakat Indonesia berkeinginan tim Merah Putih berprestasi.

Suara kritikan itu disampaikan karena masyarakat Tanah Air menilai Edy Rahmayadi tidak serius membina sepak bola Indonesia.

"Saya terima itu semua. Menurut saya itu kekecewaan rakyat Indonesia," kata Edy Rahmayadi saat berbincang dengan Tv One, Senin (26/11/2018).

Memang selain menjabat sebagai Ketum PSSI, Edy Rahmayadi juga saat ini menjadi Gubernur Sumatera Utara.

Pria berusia 55 tahun tersebut mengatakan tidak semudah itu menurunkannya dari jabatan sebagai ketum PSSI.

Hal itu dikarenakan PSSI merupakan anggota dari FIFA.

Tentu saja ada proses yang harus dilakukan PSSI bila ingin mengganti pemimpinnya.

Edy Rahmayadi bisa saja diganti apabila ada setengah anggota PSSI yang menginginkannya mundur.

Itu pun dilakukan hanya pada saat Kongres PSSI.

"PSSI ini di bawah FIFA dan diatur dalam statutanya. Kalau saya ada kegiatan kecurangan bersifat hukum atau para voter sebanyak 2/3 mengajukannya ke FIFA dan FIFA datang ke sini untuk memprosesnnya, itu bisa saja dilakukan," kata Edy Rahmayadi.

"Tapi tentu saja itu akan membuat buruk sepak bola Indonesia. Saya tidak mau itu. Saya ingin menjaga nama Indonesia dan tidak dijelekan oleh negara lain," tutup Edy Rahmayadi.(*)

Editor: m nur huda
Sumber: SuperBall.id
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved