Liga Champions : Antara Neymar dan Moh Salah Malam Nanti
EKA-teki terbesar untuk laga krusial Paris Saint Germain kontra Liverpool dalam lanjutan penyisihan Liga Champions
TRIBUNJATENG.COM -- TEKA-teki terbesar untuk laga krusial Paris Saint Germain kontra Liverpool dalam lanjutan penyisihan Liga Champions grup di Paris dini hari nanti adalah, bisakah Neymar, dan Kylian Mbappe bermain?
Kabar tentang kedua pemain bintang inilah yang paling ditunggu, baik oleh klub empunya, PSG, maupun oleh lawannya, Liverpool.
Sebab, hadir atau tidaknya dua pemain bintang PSG di lapangan ini, akan menentukan strategi kedua tim, dan mungkin juga akan menentukan hasil akhir laga krusial nanti.
Neymar, dan Mbappe sama-sama cedera saat memperkuat negara masing-masing, Brasil, dan Prancis, dalam uji coba tengah pekan lalu. Akhir pekan lalu, keduanya hanya duduk di bangku penonton menyaksikan PSG susah payah mengalahkan Toulouse 1-0 di Ligue 1.
Keduanya dikabarkan hadir dalam latihan, meski berlatih terpisah. Sumber di PSG menyebutkan, Neymar 90 persen berpeluang main, sedang peluang Mbappe masih 50 persen.
Beberapa jam terakhir, hawa sejuk berembus dari ayah Neymar, yang yakin anaknya bakal tampil, sekalipun belum 100 persen. "Tak ada yang serius dengan Neymar. Ia pasti bakal bermain," kata Neymar senior.
Informasi dari sang ayah layak dipercaya karena ia kerap memberikan bocoran sahih.
Saat perdelapan liga Champions musim lalu misalnya, adalah Neymar senior yang membocorkan bahwa Neymar pasti akan main kontra Real Madrid, dan terbukti benar adanya.
Peluang besar hadirnya Neymar meniupkan badai optimistis di kubu PSG. Kompatriotnya di Brasil, Daniel Alves mengutarakan, "Ia tahu betapa pentingnya momen ini. Tim, dan klub ini membutuhkannya saat ini, jadi ia pasti akan ada di sana," kata Alves yang baru kembali tampil setelah lama cedera ini.
Ney memang terbukti adalah tulang punggung PSG. Di Liga Champions ini, ia jadi top skor klub sementara dengan tiga gol dari empat laga. Nilai rapornya di Whoscore pun melejit paling tinggi 8,48.
Kemenangan menjadi harga mati untuk PSG. Jika kalah dari Liverpool, dan di saat bersamaan Napoli menggebuk Red Star, maka langkah Le Perisien pun praktis terhenti.
Namun jika menang di Paris, maka nasib mereka akan ditentukan di tangan sendiri saat melawan Red Star Belgrade di laga terakhir 11 Desember mendatang.
Sebaliknya, angin mendung bertiup ke kubu Liverpool gara-gara Sadio Mane kondisinya meragukan karena menderita sakit misterius.
Di tengah kewajiban mengejar kemenangan, kondisi Mane pastinya jadi pukulan berat bagi pelatih Juergen Klopp. Terlebih rekor tandang si Merah di Liga Champions ini sangat buruk. Dua laga tandang sebelumnya mereka kalah 0-2 dari Red Star, dan 0-1 dari Napoli.
Untungnya, Klopp punya sejumlah pemain pelapis dengan kualitas sama berbahayanya. Sang pelatih bisa mengandalkan Daniel Sturridge, atau juga Divock Origi, maupun Xherdan Shaqiri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/para-pemain-liverpool-fc_20180922_231440.jpg)