Seusai Hujan Deras, Sirine EWS Pergerakan Tanah di Salem Brebes Berbunyi, Warga Panik
Alat Early Warning System (EWS) pergerakan tanah berbunyi di Salem Kabupaten Brebes membuat warga panik.
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: m nur huda
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto
TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Alat Early Warning System (EWS) berbunyi seusai hujan deras mengguyur wilayah Salem Kabupaten Brebes dan sekitarnya, pada Jumat (30/11/2018) malam. Hal itu membuat panik warga desa setempat.
Pasalnya, warga masih trauma dengan peristiwa kengerian tanah longsor dahsyat yang memakan 18 korban jiwa dan belasan luka-luka belum hilang dari ingatan warga Desa Pasirpanjang, Kecamatan Salem, Brebes pada Februari 2018.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Brebes pun meminta warga untuk mewaspadai bahaya longsor.
Sirine pada alat EWS yang terletak di Dusun Jojogan dan Cibuhun Desa Pasirpanjang meraung keras usai hujan deras mengguyur daerah itu.
Staf BPBD Brebes, Bowo, menuturkan sirine EWS yang dipasang mahasiswa UGM, BPBD Brebes dan Provinsi Jateng itu berbunyi pada pukul 21.05 WIB di Dusun Cibuhun dan kemudian 22.15 WIB di Dusun Jojogan.
"Berbunyi karena adanya pergerakan atau pergeseran tanah yang diakibatkan curah hujan tinggi. Hujan yang sangat deras mengakibatkan pergeseran tanah atau likuifaksi," jelasnya.
Menurutnya, lapisan tanah yang masih muda sangat mudah terlepas di sekitar titik longsor lama. Tanah juga terlalu banyak menyerap air hujan.
Retakan selebar 30 sentimeter dan panjang 10 meter pun terjadi di tebing setinggi 7 meter di Dusun Jojogan.
"Retak dan amblesnya tanah akibat guyuran hujan sangat rawan longsor. Membahayakan masyarakat karena ketinggian tebing mencapai 7 meter dan panjang total tebing 50 meter," kata Bowo.
Meskipun demikian, kata dia, warga Desa Pasirpanjang tidak perlu cemas dan khawatir.
Pihaknya mengimbau agar selalu meningkatkan kewaspadaan jika terjadi hujan selama satu jam lebih, supaya segera menjauh dari titik rawan bencana.
Sementara, kepala desa setempat, Toro, mengatakan pihaknya bersama perangkat, Koramil 13 Salem, akan lebih menggiatkan ronda malam untuk berjaga-jaga pada malam hari.
"Beberapa warga rumahnya dekat dengan titik pergerakan tanah. Ada tujuh rumah yang rawan. Semuanya berada di RT 001 RW 003," ucapnya.(mam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ews-pergerakan-tanah-di-desa-pasirpanjang-kecamatan-salem-kabupaten-brebes.jpg)