BPBD Batang Siap Hadapi Musim Hujan, Peralatan Hingga Ratusan Personil Disiagakan
Pada musim penghujan, potensi ancaman terbesar di beberapa wilayah Kabupaten Batang yaitu banjir dan longsor
Penulis: dina indriani | Editor: muslimah
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dina Indriani
TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Kabupaten Batang, Jawa Tengah memiliki wilayah pesisir di pantura serta perbukitan atau pegunungan. Mengingat kondisi wilayah itu ditunjang dengan perubahan iklim yang ekstrim membuat potensi ancaman bencana semakin meningkat.
Pada musim penghujan, potensi ancaman terbesar di beberapa wilayah Kabupaten Batang yaitu banjir dan longsor.
Untuk itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang menggelar apel gelar pasukan siaga bencana dan pengecekan alat bencana untuk persiapan mengahadapi siaga Bencana.
Kepala BPBD Kabupaten Batang, Ulul Azmi melalui Sekretaris BPBD Slamet Maktub mengatakan sekitar 400 personil gabungan telah disiapkan untuk siaga bencana, peralatan yang mumpuni untuk menghadapi bencana banjir maupun longsor di musim penghujan ini juga telah dilakukan pengecekan.
"Sekitar ada 400 personil gabungan telah disiapkan terdiri dari BPBD, Polisi, TNI, PMI, serta para relawan. Apel gelar ini juga sekaligus dilakukan pengecekan alat-alat yang mumpuni di musim penghujan ini untuk siaga bencana banjit dan longsor," tuturnya usai apel gelar pasukan yang dilakukan di Jalan Veteran Batang, Senin (3/12/2018).
Dikatakannya terdapat 9 titik rawan bencana di Kabupaten Batang yang berada di 12 Kecamatan.
"Di musim hujan, Kabupaten Batang termasuk daerah yang sangat rawan bencana, diantaranya longsor dan banjir. Dari 15 Kecamatan ada 12 Kecamatan yang masuk daerah rawan bencana," ujarnya.
Sementara untuk wilayah yang masuk dalam skala prioritas yaitu di daerah atas atau selatan dan daerah bawah atau utara.
"Skala prioritas daerah atas selatan dan daerah bawah atau utara, untuk pemetaan yaitu Kecamatan batang ke timur pesisir rawan banjir rob dan banjir bandang, sedangkan daerah atas Kecamatan Bawang, Desa Pranten, Kecamatan Blado Desa Gerlang yang rawan longsor," jelasnya.
Dalam kesiapan menghadapi musim hujan ini, Bupati Batang Wihaji meminta pihak terkait siap siaga 24 jam.
"Tentu ini menjadi kesiapan kita bersama semua saling bersinergi bagaimana malakukan persiapan menghadapi bencana yang bisa kapan saja terjadi saat musim hujan ini. kewajiban saya selaku Kepala Daerah untuk mengkoordinir sekaligus mengkomunikasikan kesiapan pihak terkait, saya juga meminta untuk siaga 24 jam," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/apel-gelar-pasukan-dan-pengecekan-alat-bencana-di-jalan-veteran-kabupaten-batang.jpg)