Keterbatasan Fisik Tak Mengurangi Semangat Ustad Slamet Ajarkan Ilmu Agama

Walaupun memiliki keterbatasan fisik, dan harus berjalan merangkak, namun Ustad Slamet (39) tetap semangat mengajarkan ilmu agama ke anak-anak

Keterbatasan Fisik Tak Mengurangi Semangat Ustad Slamet Ajarkan Ilmu Agama
Tribun Jateng/ Budi Susanto
Ustad Slamet (kemeja orange) saat mengajar ngaji di rumahnya yang terletak di Desa Klidang Kongsi Kelurahan Karangasem Kecamatan Batang Kabupaten Batang, Senin (3/12/2018).  

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Suara adzan berkumandang keras di sekitar pemukiman, penanda Sholat Magrib akan dimulai.

Dari samping rumah yang terletak di RT 03 RW 06 Dukuh Klidang Kongsi, Kelurahan Karangasem Selatan Kecamatan Batang, seorang lelaki beranjak dari tempat duduknya untuk melaksanakan kewajiban sebagai umat Islam.

Walaupun memiliki keterbatasan fisik, dan harus berjalan merangkak, namun pria yang akrab disapa Ustad Slamet (39) tak pernah melupakan kewajibannya menjalankan perintah agama.

Usai melaksanakan Sholat, ia menuju lorong sempit berukuran 1,5 meter X 6 meter untuk mengajar ngaji anak-anak di sekitar pemukiman.

Ustad Slamet terlihat sangat sabar memberikan ilmu kepada anak didiknya, walaupun anak-anak berlarian dan beberapa asyik memainkan gedget.

Ustad Slamet menceritakan sudah puluhan tahun memberikan ilmu agama kepada anak-anak di desanya, dan tak pernah mematok tarif kepada orang tua muridnya.

"Murid-murid yang kini saya ajar sudah generasi ke empat, dan ada sekitar 50 anak. Dari dulu saya memang tak pernah meminta bayaran kepada orang tua anak-anak yang belajar ngaji di sini," paparnya, Senin (3/12/2018).

Pria 39 tahun tersebut menambahkan, sebelum mengajar ngaji ia sempat membuat kandang burung untuk dijual.

"Dulu sempat membuat kandang burung, namun karena banyak anak-anak dan pemuda yang hanya nongkrong setiap sore dan malam hari tanpa ada ada aktivitas, karena ditinggal orang tua melaut, saya membuka tempat mengaji agar para pemuda bisa membaca Alquran," imbuhnya.

Sempat terbesit di angan-angan Ustad Slamet untuk membuka TPQ yang lebih besar, namun karena keterbatasan fisik dan ekonomi angan-angannya hanya enggan diwujudkan.

"Terlalu tinggi kalau saya berandai-andai untuk bisa membuka TPQ yang lebih besar, namun saya tidak akan patah arang, saya akan terus memberikan ilmu agama kepada anak-anak hingga bisa lancar membaca Alquran," tambahnya.

Ustad Slamet juga menceritakan tentang keinginannya berangkat ke tanah suci, dan ada pihak yang sudah menjanjikan hal tersebut. Namun hingga kini ia terkendala dengan proses administrasi.

"Memang ada yang menjanjikan, saya bersama keluarga bahkan sudah mengurus ke Kantor Imigrasi Kelas II Pemalang untuk syarat berangkat ke tanah suci, tapi ditolak karena belum ada rekomendasi dari biro umroh, dan dijanjikan syarat tersebut akan dipenuhi Januari mendatang.

Saya tidak mengharapkan janji tersebut dipenuhi, namun sebagai manusia saya hanya berusaha, jika memang rejeki pasti Allah memudahkan jalan saya," tuturnya.(*)

Penulis: budi susanto
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved