Kapal Tongkang yang Kerap Bersandar di Perairan Karimunjawa Merusak Terumbu Karang
Banyaknya kapal tongkang dan kargo yang bersandar mengancam kelestarian terumbu karang di perairan Karimunjawa.
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: suharno
Laporan Wartawan Tribun Jateng Rahdyan Trijoko Pamungkas
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Banyaknya kapal tongkang dan kargo yang bersandar mengancam kelestarian terumbu karang di perairan Karimunjawa.
Hal disampaikan Kepala Balai Taman Nasional Karimunjawa Agus Prabowo saat sosialisasi peta laut di Star Hotel, Selasa (11/12/2018).
Agus memaklumi Karimunjawa terletak di perlintasan pelayaran kapal yang mengangkut tongkang maupun kargo di antara Surabaya-Jakarta maupun Jakarta-Kalimantan.
Namun disisi lain Karimunjawa ditetapkan sebagai taman nasional yang tidak boleh dilalui kapal-kapal tersebut.
"Yang terjadi mereka beralasan cuaca buruk sebenarnya tidak. Mereka mungkin ada kegiatan lain seperti kapal rusak maupun mempunyai keperluan. Inilah yang perlu kami tangani baik," jelasnya.
Pihaknya memahami kawasan perairan Karimunjawa terdapat banyak kepentingan.
• Belum Ada Tempat Pembuangan Akhir, Sampah Jadi Masalah di Karimunjawa
• Dodi Akan Tingkatkan Kapasitas Bandara Dewadaru Dukung Pariwisata Karimunjawa
Namun hal ini bertentangan dengan prinsip konservatif di mana kapal-kapal tidak diperbolehkan masuk di dalam kawasan.
"Di kepulauan Karimunjawa terdapat pelabuhan-pelabuhan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan yakni dua pelabuhan di Karimunjawa, kemudian pelabuhan di Kemujan, pelabuhan di Legok Bajak, Pulau Nyamuk dan Pulau Parang," terangnya.
Akan tetapi, terdapat batasan-batasan yang telah ditetapkan untuk kapal agar dapat merapat.
Pelabuhan tersebut diperlukan bukan untuk keperluan niaga melainkan untuk pengangkutan penumpang.
"Hal inilah yang akan kami tertibkan kedepannya," imbuhnya.
Dikatakan Agus, karakteristik di Karimunjawa merupakan perairan dangkal.
Dimana letak trumbu karang berada di perairan dangkal yang sangat rentan sengan kerusakan.
• Ganjar Akan Promosikan Kepada Investor Untuk Mengembangkan Pariwisata Karimunjawa
• Wings Air Terbangi Semarang-Karimunjawa Mulai 12 Oktober, Ini Harga Tiketnya
"Sedangkan kapal-kapal yang tidak memiliki izin parkir tidak pada tempatnya. Inilah yang kami khawatirkan kalau tidak dikendalikan maka akan merusak terumbu karang," jelas dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/live-in-karimunjawa-oleh-disporapar-jateng_20180912_180946.jpg)