Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak: Marsha Timothy Tak Mengira Raih Piala Citra
Membanggakan dan mengejutkan. Itu yang dialami Marsha Timothy istri dari aktor Vino G Bastian.
Berlatar siang hari di sebuah rumah tradisional tanah Sumba yang eksotis namun jauh dari perkotaan, bahkan dari Ibu Kota, kisah Marlina seolah menampilkan perjuangan perempuan untuk melawan ketidakadilan yang terjadi pada dirinya.
Film ini diwarnai ketegangan dan aksi Marlina yang dingin dan tenang dalam melawan semua ketakutan.
Film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak berhasil keluar sebagai juara umum Festival Film Indonesia (FFI) 2018. (Istimewa)
2. Empat babak
Persis seperti judulnya, film ini terdiri atas empat babak: Perampokan, Perjalanan, Pengakuan Dosa, dan Tangisan Bayi.
Pada bagian pertama, kisah pilu Marlina bermula dari kedatangan perampok bernama Markus, kemudian disusul enam orang pengikutnya pada malam hari.
Saat Marlina hendak diperkosa, Marlina pun memenggal kepala Markus untuk membela diri.
Sementara bagian kedua menceritakan perjalanan Marlina yang ingin membawa kepala Markus ke kantor polisi untuk melaporkan kejadian yang menimpanya.
Sayang, apa yang terjadi rupanya tidak sesuai harapan.
Di bagian ketiga, Pengakuan Dosa, Marlina harus menelan kenyataan pahit bahwa kantor polisi tidak langsung menangani kasusnya, terlebih karena kantor ini terletak di daerah terdalam Indonesia.
Pada bagian keempat, Marlina harus menghadapi situasi lain di rumahnya.
Film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak berhasil keluar sebagai juara umum Festival Film Indonesia (FFI) 2018. (Istimewa)
3. Keluar dari zona nyaman
Kalau biasanya film-film Indonesia lebih sering mengambil lokasi di tempat-tempat mainstream, maka film garapan Mouly Surya memilih mengambil lokasi yang demikian berbeda.
Sumba sebagai latar dipilih Mouly sebagai ajakan untuk keluar dari zona nyaman, karena ingin menunjukkan kepercayaan lain selain yang dianut mayoritas, yakni kepercayaan lokal Sumba, Marapu, yang muncul dalam filmnya.