Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Komunitas XBank Menyemai Munculnya Wirausahawan Baru

Beralih pekerjaan dari karyawan kantoran ke wirausaha, seringkali mengundang kekhawatiran mengenai kepastian masa depan

Penulis: raka f pujangga | Editor: Catur waskito Edy
Tribun Jateng
Komunitas XBank 

TRIBUNJATENG.COM -- Beralih pekerjaan dari karyawan kantoran ke wirausaha, seringkali mengundang kekhawatiran mengenai kepastian masa depan.

Apalagi bila baru kali pertama menjalankan bisnis, dan dengan modal minim pula. Komunitas Xbank Semarang memberikan semangat kepada anggotanya untuk bisa berkarya mandiri, dan membuka lapangan pekerjaan baru.

Menekuni bisnis kuliner roti menjadi pilihan bagi Irfani Ariwibowo, selepas keluar dari pekerjaannya di bank BUMN berbasis syariah pada 2013. Usaha yang ia labeli Grande Bakery kini berkembang dengan banyaknya varian produk yang ditawarkan ke konsumen.

Ia mengakui, awal mula melakoni peralihan dari karyawan kantoran menjadi wirausahawan tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi status karyawan menjanjikan kepastian gaji bulanan, sedangkan wirausahawan tidak. Hanya saja, ia optimistis akan mampu menjalankan bisnis tersebut.

"‎Dulu saat saya bekerja di bank bertugas di bidang marketing bisa, masak saya marketingin roti ini nggak bisa. Makanya saya yakin usaha ini juga bisa berjalan," ujar Ari, sapaannya.

Ari memulai usaha Grande Bakery, dengan belajar dari tantenya yang sudah terlebih dulu menjalankan bisnis serupa.

Koordinator Humas Xbank Semarang menceritakan, sebelum menjalankan wirausaha mandiri, ia pernah masuk di perusahaan bank konvensional dan syariah. Hanya saja, ia merasa tidak nyaman dengan sistem kerja yang diterapkan perusahaannya.

"Saya sempat pindah kerja dari bank konvensional ke bank bersistem syariah, karena ingin mencari penghasilan yang syariah. Ternyata ada hal-hal yang belum sepenuhnya syariah, makanya saya keluar dari pekerjaan lagi," ujar dia.

Untuk mendapatkan ilmu menjalankan usaha, ia pun bergabung di komunitas Xbank Semarang. Komunitas yang didirkan pada 2017 ini merupakan sebuah perkumpulan mantan pegawai bank yang memilih untuk mencari rezeki dari sumber lain.

‎Pendapatan dari bekerja sebagai pegawai bank, dianggap merupakan riba karena sistemnya tidak syar'i secara agama Islam. Di Semarang ada 350 orang yang bergabung dalam komunitas ini.

Melalui komunitas Xbank, Ari berharap bisa saling berbagi ilmu maupun saling memberikan dukungan anggota dalam menjalankan bisnisnya.

Menurutnya, adanya sebuah komunitas dengan jaringan yang kuat, maka upaya untuk memperluas pasar masing-masing pun terbuka.

"Kita bisa saling tukeran informasi, misalnya, ada yang jual telur ayam, dan bahan-bahan lain buat roti, tentu ini bisa saling menguntungkan. Jadi kita bisa saling bersinergi," ucap dia.

‎Keberadaan teman seperjuangan itu bisa membantu dalam menjalankan usaha yang selalu mengalami dinamika naik dan turun.

"Sedangkan melalui usaha ini, saya harus melakukan branding, memperluas pasar, dan keyakinan dalam menjalankannya," ujar dia.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved