Video Asal-usul Gunung Anak Krakatau, Tumbuh Cepat 4 Meter per Tahun
Video asal-usul Gunung Anak Krakatau, tumbuh cepat usai Krakatau meledak pada tahun 1883 dan menyebabkan tsunami setinggi 40 meter
Penulis: Puspita Dewi | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM - Tsunami Selat Sunda yang menerjang Banten serta Lampung Selatan pada Sabtu (22/12/2018) diduga terjadi akibat longsornya material sedimen di sekitar Gunung Anak Krakatau di bawah laut.
Badan Geologi mendeteksi pada pukul 21.03 WIB, Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi kembali dan menyebabkan peralatan seismograf setempat rusak.
Perlu diketahui, erupsi Gunung Anak Krakatau kini terjadi hampir setiap hari sejak 29 Juni 2018.
Setelah Gunung Krakatau meletus pada 1883 hingga sebabkan tsunami setinggi 40 meter, sang anak lahir setelahnya.
Ledakan Gunung Krakatau pada tahun 1883 bukanlah ledakan terbesar.
Ledakan yang lebih besar pernah terjadi pada tahun 416 Masehi menghancurkan dua pertiga gunung tersebut dan menyisakan tiga pulau.
Pulau tersebut yakni Pulau Rakata, Pulau Sertung, dan Pulau Panjang.
Tubuh Krakatau baru hancur setelah meledak pada 27 Agustus 1883.
Saat itu, letusan dahsyat Krakatau menimbulkan awan panas setinggi 70 km dan tsunami setinggi 40 meter serta menewaskan sekitar 36.000 orang.
Setelah itu, Gunung Anak Krakatau pun tumbuh ke permukaan.
Dikutip dari Geo Magz, Majalah Geologi milik Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Gunung Anak krakatau lahir ke permukaan laut pada 15 Januari 1929.
"Pada 20 Januari 1929, asap meniang keluar dari tumpukan material gunung api yang baru muncul di permukaan, yang mulai tumbuh dari kedalaman laut 180 m. Itulah gunung yang baru lahir yang diberi nama Gunung Anak Krakatau. Anak gunung api ini tumbuh 4 m per tahun dan mempesona banyak orang," demikian adalah pernyataan yang ditulis dalam majalah milik Kementerian ESDM itu.
Sejak Gunung Anak Krakatau muncul di permukaan laut pada tahun 1929 hingga saat ini, pertumbuhan Gunung Anak Krakatau ini terbilang cepat. Selama 80 tahun atau sampai dengan tahun 2010, tingginya sudah mencapai 320 meter di atas permukaan laut. Estimasi percepatan pertumbuhannya rata-rata mencapai 4 meter per tahun.
Berikut ini adalah foto dan video kelahiran Gunung Anak Krakatau pada 20 Januari 1929.
Saat itu tinggi pulau 1,5 meter dan diameter 4 meter:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/anak-krakatauu.jpg)