Minggu, 26 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

BMKG Kembangkan Protoype Diseminasi Info Gempa dan Tsunami Via Radio HT

BMKG juga mengembangkan protoype diseminasi infogempa dan tsunami via radio HT yang telah terpasang di BPBD Kebumen.

Khusus di pesisir selatan Jawa, BMKG juga sudah memasang dua unit sirine tsunami yang terpasang di Cilacap. BMKG juga mengembangkan protoype diseminasi infogempa dan tsunami via radio HT yang telah terpasang di BPBD Kebumen.

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rahdyan Trijoko Pamungkas

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Stasiun Geofisika Banjarnegara membenarkan empat kabupaten yang dicatat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng merupakan wilayah rawan tsunami di Jawa Tengah.

Antaralain Cilacap, Kebumen, Purworejo, dan Wonogiri.

BPBD Jateng Sebut Ada Empat Kabupaten Rawan Tsunami

Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara, Setyoajie Prayoedhie, mengatakan, daerah rawan tsunami berada di wilayah pesisir Jateng. Istilah rawan yang dimaksud karena kabupaten tersebut berhadapan langsung dengan zona subduksi di selatan Jawa.

"Zona subduksi adalah daerah pertemuan lempeng Indo-Australia dari selatan dengan lempeng Eurasia dari utara," jelas dia, saat dihubungi Tribun Jateng, Rabu (26/12/2018).

Menurut dia, gempa signifikan relatif jarang. Tapi berdasarkan kajian peneliti dari Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen) memungkinkan terjadinya potensi gempa signifikan di selatan Jawa. Terutama di zona megathrust pada daerah subduksi selatan Jawa.

"Rata- rata gempa mencapai magnitude 4 hingga 5 SR," tuturnya.

Biasanya, lanjut Setyoajie, untuk selatan Jawa, pusat gempa di sekitar zona subduksi atau sesar-sesar lepas pantai. Pada umumnya gempa-gempa signifikan yang terjadi di selatan Jawa terletak di utara jalur tunjaman (garis segitiga hitam).

"Jalur tunjaman adalah daerah pertemuan lempeng dimana lempeng indoa-ustralia menunjam masuk ke dalam lempeng eurasia di utara," paparnya.

Setyoajie menuturkan, dari catatan BMKG, ada dua kejadian tsunami pernah terjadi di selatan jawa. Tsunami terjadi di Pangandaran tahun 2006 dan Banyuwangi tahun 1994.

"Terkait langkah-langkah mitigasi bencana tsunami, BMKG menyebarkan informasi melalui berbagai macam moda diseminasi, antara lain sms, email, fax, web, wrs, mobile app," pungkas dia.

Selain itu, lanjutnya, khususnya di pesisir selatan Jawa, BMKG juga sudah memasang dua unit sirine tsunami yang terpasang di Cilacap. Pihaknya juga mengembangkan protoype diseminasi infogempa dan tsunami via radio HT yang telah terpasang di BPBD Kebumen.

"Hal ini untuk mengantisipasi jika terjadi kerusakan jaringan komunikasi konvensional (tower selular) ketika gempa besar terjadi," ujar dia.

Disisi lain, BMKG juga terus melakukan pengecekan sirine tsunami yang ada di Cilacap tiap tanggal 26.

"Walaupun kewenangan menghidupkan sirine ada di Pemerintah Daerah atau BPBD," imbuhnya.

Ia menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan waspada serta tidak mudah percaya dengan informasi menyesatkan atau hoaks mengenai gempa maupun tsunami. Masyarakat tetap mengikutk arahan BPBD.

 Jkka membutuhkan informasi terkait gempa dan tsunami bisa menghubungi BMKG setempat," katanya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved