Senin, 4 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Polisi Sudah Blokir 50 STNK Sejak ETLE Diberlakukan di Kota Semarang

Jumlah penindakan itu, menurut Kasat Lantas Polrestabes Semarang belum maksimal. Seharusnya dalam setiap hari lebih banyak lagi yang bisa ditindak.

Tayang:
Penulis: rival al manaf | Editor: galih pujo asmoro
Tribun Jateng/ Rival Almanaf
Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi menunjukan data kecelakaan selama tahun 2018 di pos polisi Simpang Lima Semarang. 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sejak diberlakukannya Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik pada 3 Desember lalu, Satlantas Polrestabes Semarang sudah memblokir 50 kendaraan.

Total dari CCTV milik Pemerintah Kota yang dipasang di empat titik yakni Simpang Polda, Simpang Manggala Gajahmada, Simpang RRI dan Tugu Muda sudah merekam 150 pelanggaran.

Dari situ, 80 di antaranya telah melakukan konfirmasi dan dilakukan tindakan tilang.

Namun, sisanya karena tidak ada konfirmasi petugas kemudian mengambil langkah blokir.

Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi menjelaskan, beberapa alasan yang tidak terkonfirmasi rata-rata menyebut kendaraan sudah dijual.

"Mereka bilang sudah dijual, tidak mengenal pembelinya."

"Ya entah benar atau tidak itu terserah mereka tapi kami punya penindakan blokir STNK," terang Ardi saat dijumpai di Pos Simpanglima, Kamis (27/12/2018).

Jumlah penindakan itu, menurutnya belum maksimal.

Seharusnya dalam setiap hari lebih banyak lagi yang bisa ditindak.

Namun karena masih ada keterbatasan sumberdaya dan proses konfirmasi, kepolisan masih membatasi penindakan.

"Namun bukan berarti kami akan berhenti ETLE akan jalan terus karena kami juga sudah mendapat anggaran dari Kakorlantas untuk meningkatkan performa anggota salah satunya dengan membangun pos pantau ETLE di pos Simpanglima ini tahun depan," tegasnya.

Pos pantau itu nantinya akan diisi anggota polisi yang siap menangkap rekaman pelanggaran pengguna jalan.

Upaya untuk terus melanjutkan ETLE juga semakin bulat setelah melihat hasil evaluasi pelaksanaan.

Ardi menyebut, pemberlakuan ETLE ternyata lebih efektif dibandingkan menyebar personel di banyak titik.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved