Sabtu, 2 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pria Kelahiran Jepara 1986 Ini Sandang Titel Doktor Ilmu Pendidikan Bidang Pendidikan Matematika

Ia dinyatakan lulus oleh dewan penguji di Sekolah Pascasarjana Universtias Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Kamis (27/12/2018).

Tayang:
Penulis: deni setiawan | Editor: galih pujo asmoro
Istimewa
Lilik Ariyanto berfoto bersama dengan para penguji seusai mengikuti ujian terbuka untuk raihan gelar Doktor llmu Pendidikan Matematika di UPI Bandung Jawa Barat, Kamis (27/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) kini punya 59 doktor. 

Nama terakhir yang berhasil meraih gelar tersebut adalah Lilik Ariyanto.

Lilik yang merupakan dosen tetap UPGRIS sejak 2011 lalu merAih gelar doktor setelah mempresentasikan disertasi yang berjudul Peranan Pembelajaran Berbasis Masalah dan Discovery Learning dalam Kemampuan Pengajuan Masalah, Berpikir Kritis, dan Resiliensi Matematis Mahasiswa.

Ia dinyatakan lulus oleh dewan penguji di Sekolah Pascasarjana Universtias Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Kamis (27/12/2018).

Pria kelahiran Jepara 16 Mei 1986 itu pun kini berhak menyandang gelar Doktor Ilmu Pendidikan Bidang Pendidikan Matematika.

Rektor UPGRIS Semarang, Dr Muhdi menyambut gembira hal itu.

Menurutnya, menjadi kebanggaan tersendiri bagi UPGRIS memiliki doktor muda yang produktif dan berprestasi.

“Dalam 5 tahun terakhir ini, Lilik sudah menerbitkan sekitar 12 kegiatan baik itu berbentuk penelitian, pengabdian, maupun karya ilmiah."

"Dia sudah berkecimpung di dunia pendidikan sejak 2008 atau berawal saat dirinya menjadi guru SD Islam Al Azhar 25 Semarang,” terangnya.

Ia berharap, apa yang dicapai Lilik berdampak positif bagi UPGRIS.

"Saya harap Lilik juga memotivasi dosen lainnya."

"Ilmu yang dimiliki bisa jadi bagian upaya mengembangkan UPGRIS ke depan." tambah di.

Terpisah, Lilik menyampaikan isi disertasi tidak jauh dari dunia pendidikan, khususnya matematika yang sudah lama didalaminya.

Menurutnya, guru saat ini dituntut untuk mampu mengajukan permasalahan matematis serta mampu berpikir kritis.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved