Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ternyata Spiderwomen Aries Susanti Pernah Frustasi Jadi Atlet Panjat Tebing

Aries Susanti Rahayu, spiderwomen asal Grobogan berbagi cerita pengalaman menjadi atlet dan caranya meraih kesuksesan.

Penulis: deni setiawan | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/DENI SETIAWAN
Atlet panjang tebing internasional, Aries Susanti Rahayu kisahkan perjalanan dirinya menuju kesuksesan di hadapan civitas FE Unimus di Aula Pertemuan Lantai III RSMG Unimus Kota Semarang, Kamis (27/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANGAries Susanti Rahayu, spiderwomen asal Grobogan berbagi cerita pengalaman menjadi atlet dan caranya meraih kesuksesan.

Peraih medali emas cabang olah raga panjat tebing nomor speed putri Asian Games 2018 itu menjadi narasumber tunggal dalam diskusi interaktif bertajuk Berbagi Sukses, Semangat, dan Motivasi di Aula Pertemuan Lantai III RSGM Unimus Kota Semarang.

 Di hadapan ratusan civitas akademika FE Unimus Semarang, Ayu, sapaan akrab Aries Susanti Rahayu, berkisah cukup banyak perjalanan hidupnya sebagai seorang atlet.

Harapannya dari cerita itu dapat sedikit memberikan gambaran dan motivasi kepada yang lain.

“Prestasi itu tidak saya peroleh secara tiba-tiba. Ada proses panjang di belakangnya. Jika dihitung mundur, untuk memperoleh medali emas setingkat internasional itu saya harus berlahir giat selama sekitar 11 tahun,” tutur Ayu.

Diungkapkannya, panjat tebing bukan cabor yang kali pertama dia tekuni.

Awalnya justru bermula sebagai atlet lari jarak pendek.

Dia mulai berkenalan dengan cabor lari tersebut pada saat duduk di bangku kelas IV SD hingga kelas VII SMP.

“Saat kelas 1 SMP, saya putuskan untuk pindah haluan. Keputusan itu juga atas saran guru saya di sekolah itu. Selama menekuni diri sebagai atlet lari, saya merasa kurang puas. Prestasi yang diraih paling mentok hanya sampai di tingkat kabupaten,” tuturnya.

Menurutnya, keputusan itu ternyata tidaklah salah. Dari panjat tebing dia mampu meraih prestasi yang membanggakan, tak tanggung-tanggung pula yakni di tingkat internasional.

Dari prestasi itu, dia pun tak lagi bisa dilihat sebelah mata.

“Tetapi, tolong jangan lihat yang enak-enaknya saja. Jangan saat meraih prestasi. Untuk mencapainya, saya harus melewati beragam tantangan. Dalam posisi itu saya harus kuat, jangan sampai bermental tempe,” ucap Ayu.

Bahkan juga, lanjut mahasiswi S1 Manajemen FE Unimus tersebut, pernah mengalami titik jenuh ataupun frustasi saat menjalani masa sebagai seorang atlet.

Apa yang dialaminya itu lebih tepatnya terjadi pada 2016 silam.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved