Selasa, 5 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Hobi Selfie Sebagai Bukti Eksistensi Diri di Media Sosial? Dalami 5 Etika Selfie Ini

Menurut update terakhir dari data hingga Rabu (26/12/2018), tercatat total ada 430 korban meninggal dunia, 1.495 korban luka

Tayang:
youtube
Selfie di Tsunami 

TRIBUNJATENG.COM - Indonesia kembali menjadi sorotan dunia internasional ketika tsunami menerjang wilayah Banten dan Lampung pada Sabtu (22/12/2018) lalu.

Tsunami di Selat Sunda tersebut dipicu oleh aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Menurut update terakhir dari data hingga Rabu (26/12/2018), tercatat total ada 430 korban meninggal dunia, 1.495 korban luka, 159 orang dinyatakan hilang, dan 21.991 orang mengungsi.

Terkait kerusakan infrastruktur, data BNPB mengungkapkan, 924 rumah rusak, 73 penginapan rusak, 60 warung rusak, 1 dermaga dan 1 trmpat berlindung atau shelter rusak.

Sejumlah kendaraan juga ikut terkena imbas tsunami, di antaranya 434 perahu dan kapal, 24 kendaraan roda empat, dan 41 kendaraan roda dua.

Namun, ada satu hal dari peristiwa tsunami Selat Sunda ini yang juga menjadi sorotan.

Yakni, fenomena sejumlah masyarakat yang tertangkap kamera sedang berselfie di lokasi bencana.

Melansir laman Kompas.com, kejadian ini bahkan diberitakan oleh sebuah media internasional asal Inggris, The Guardian, dengan mengangkat judul Disaster gets more likes: Indonesia’s tsunami selfie-seekers.

Berita itu menyebutkan, ada dari mereka, yang jauh-jauh datang dari Cilegon, bahkan Jakarta, hanya untuk mengunjungi lokasi bencana secara langsung dan mengambil gambar diri.

Salah seorang pelaku swafoto, mengaku foto diri yang ia ambil bersama teman-temannya untuk diunggah ke akun Facebook miliknya.

Foto itu kemudian dijadikan bukti bahwa mereka benar sudah mengunjungi lokasi bencana dan menyalurkan bantuan donatur kepada para pengungsi.

Selain itu, menurut dia, foto dengan latar belakang lokasi bencana yang hancur akan mendapatkan Likes lebih banyak dari pengguna media sosial, karena mungkin mengingatkan masyarakat untuk lebih bersyukur karena berada di tempat yang lebih baik.

Selfie di lokasi bencana tsunami ini pun sangat disayangkan oleh masyarakat setempat yang menjadi terdampak.

Mereka mengaku kecewa dengan banyaknya pengunjung yang datang berfoto-foto dakam kondisi bencana, sementara masih banyak masyarakat setempat yang dirundung duka.

Tentu ini menjadi hal yang menimbulkan pertanyaan, sebenarnya seperti apa sajakah etika berselfie?

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved