Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Heboh Sumber Api Muncul di Tengah Sungai Kacangan Banjarmangu Banjarnegara

Masyarakat Banjarnegara dihebohkan kemunculan api yang berkobar di jalan akses perkebunan warga, Desa Majatengah, Banjarmangu beberapa waktu lalu.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/ Khoirul Muzakki
Sumber api di Sungai Kacangan Desa Sijenggung Banjarmangu, Banjarnegara. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG COM, BANJARNEGARA - Masyarakat Banjarnegara sempat dihebohkan dengan kemunculan api yang berkobar di jalan akses perkebunan warga, Desa Majatengah, Banjarmangu beberapa waktu lalu.

Fenomena itu cukup menyita perhatian karena api muncul dari dalam lubang retakan longsor sehingga terkesan mengerikan.

Kemunculan gas alam ternyata juga terjadi di desa lain di Kecamatan Banjarmangu. Tak jauh dari Desa Majatengah, api yang diduga bersumber dari gas alam juga muncul di Desa Sijenggung, Kecamatan Banjarmangu.

Menariknya, fenomena itu terjadi bukan di daratan lapang, melainkan tengah Sungai Kacangan yang membelah desa.

Sementara hulu sungai itu berada di atas Desa Majatengah, dekat penemuan gas alam di areal retakan.

Tribun mencoba membuktikan kebenaran informasi itu dengan mendatangi lokasi keberadaan gas alam di Sungai Kacangan.

Suhedi, Ketua Rt 3 Rw 2 Desa Sijenggung menemani perjalanan kami dengan menggenggam sebuah linggis.

Di musim penghujan saat ini, kata dia, belum tentu menemukan titik api yang diinginkan. Butuh usaha lebih keras untuk menemukannya.

Lahan yang diduga mengandung gas alam relatif basah karena sering terguyur hujan. Sehingga api tidak mudah dipantik.

Beruntung, gundukan tanah di tengah sungai itu tidak tenggelam oleh banjir. Air sungai surut kala itu. Sebuah batu besar mampu menahan arus atau membelokkannya sehingga tak langsung menerjang lahan.

"Kalau ke sini pas terang (kemarau), api mudah menyala. Kalau musim hujan susah," katanya.

Penggalian tanah di Sungai Kacangan Desa Sijenggung Banjarmangu Banjarnegara untuk menemukan sumber api.
Penggalian tanah di Sungai Kacangan Desa Sijenggung Banjarmangu Banjarnegara untuk menemukan sumber api. (Tribun Jateng/ Khoirul Muzakki)

Tanah lahan di tengah sungai itu memang agak berbeda dengan lahan lain di sekitarnya. Tanah berpasir dan bebatuan yang membentuk lahan itu sebagian terlihat menghitam atau gosong. Aroma bebatuan itu pun tak lazim.

Tak mudah ternyata memantik nyala api di lahan yang basah. Tanah di permukaan tak menyala ketika disulut korek api. Untung Suhedi sudah mempersiapkan linggis dari rumah.

Dengan alat itu, ia mencoba menggali tanah sedalam sekitar 5 sentimeter. Suhedi berkali-kali menyalakan tanah itu dengan bantuan korek api. Sayang, sampai kedalaman itu, api tak kunjung menyala.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved