Tak Diberi Uang, Pak Ogah di Underpass Jatingaleh Semarang Getok Mobil, Dishub Segera Tertibkan

pak ogah yang sebenarnya bertugas mengatur lalu lintas secara sukarela itu kerap kali memukul atau menggetok body/kaca mobil apabila tidak kasih uang

Tak Diberi Uang, Pak Ogah di Underpass Jatingaleh Semarang Getok Mobil, Dishub Segera Tertibkan
TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV
Suasana Underpass Jatingaleh, Semarang, Jawa Tengah, di mana terdapat pak ogah yang sedang mengatur lalu lintas, Kamis (3/1/2018) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Reza Gustav

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sejumlah warga terutama pengendara mobil mengeluhkan keberadaan sebagian dari sukarelawan pengatur lalu lintas (supeltas) atau sering disebut pak ogah yang beroperasi di u-turn Underpass Jatingaleh (ujung Jalan Ksatrian), Semarang, Jawa Tengah.

Pasalnya, pak ogah yang sebenarnya bertugas mengatur lalu lintas secara sukarela itu kerap kali memukul atau menggetok body/kaca mobil apabila pengendaranya tidak memberikan uang jasa.

Hal itu diungkapkan oleh seorang warga Jalan Teuku Umar, Jatingaleh, yang mobilnya sempat digetok saat berputar arah di underpass tersebut, beberapa pekan lalu.

“Waktu itu saya sama sekali tidak membawa uang, baik uang kecil maupun besar, karena belum ambil di ATM.

Waktu mau putar di situ, tiba-tiba mobil yang saya kendarai malah digetok pakai tongkat kayu bendera,” ujar seorang pria yang enggan menyebutkan namanya itu, hari ini, Kamis (3/1/2019).

Keluhan juga diutarakan oleh sejumlah pengguna akun Facebook.

Dalam postingannya di sebuah grup, mereka merasa terganggu dengan kehadiran pak ogah di lokasi itu

Salah satunya menceritakan, pada Selasa (1/1/2019) lalu pukul 16.42 WIB, ia berputar arah di underpass tersebut dan sama, mobilnya digetok.

Sedangkan, netizen lain mengatakan setiap melewati daerah itu justru kaget karena pak ogah yang sering menghalangi jalan terutama di tikungan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang M Khadik menegaskan akan segera terjun melakukan penertiban.

“Saya tertibkan segera itu,” tegasnya.

“Kami sudah sering tertibkan pak ogah di lokasi tersebut dan kami akan terus, terus dan terus tertibkan, apalagi yang sudah mulai meresahkan masyarakat,” imbuhnya.

Selain terus melakukan penertiban, pihaknya juga berpesan kepada warga, terutama para pengguna jalan.

“Kami mengimbau kepada para pengendara di wilayah Kota Semarang untuk tidak terbiasa memberikan tip kepada pak ogah tersebut karena hal itu sangat tidak mendidik,” imbaunya. (*)

Penulis: Reza Gustav Pradana
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved