Gelombang Tinggi, Ratusan Ribu Kerang Terdampar di Pantai Sendang Sikucing Kendal
Gelombang tinggi di perairan laut jawa pada penghujung tahun 2018 hingga awal tahun 2019 ini
Penulis: Dhian Adi Putranto | Editor: Catur waskito Edy
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dhian Adi Putranto
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Gelombang tinggi di perairan laut jawa pada penghujung tahun 2018 hingga awal tahun 2019 ini membawa rejeki sendiri bagi warga sekitar Pantai Sendang Sikucing, Rowosari Kendal.
Pasalnya gelombang tinggi itu membuat ratusan ribu kerang dari berbagai jenis terdampar di tepi pantai itu.
Para warga dari beberapa desa di sekitar pantai itu langsung menyerbu pantai Sendang Sikucing itu untuk mengambil kerang tersebut.
Seperti yang dilakukan oleh Suti warga desa Gempolsewu, Rowosari. Ia bersama kedua rekannya datang ke pantai itu hanya untuk mendapatkan kerang tersebut.
Ia mengatakan hasil mencari itu nantinya akan dirinya masak untuk disantap bersama keluarganya.
"Dapat kerang banyak, itu teman saya dapat satu karung Yang dicari jenis kerang bungkul (kerang darah) dan kerang totoktoyang. Nanti dimasak buat lauk. Itu teman saya dapat satu karung," terangnya Ju
Ia mengatakan meski banyak kerang yang terdampar, tidak semuanya ia bawa pulang. Ia mengatakan kerang yang dibawa pulang hanya yang masih segar saja.
"Cari yang segar, caranya cari yang terbuka cangkangnya dan kemudian dipegang, kalau cangkanya menutup berati masih segar," tuturnya
Warga lainnya Fajar mengatakan bahwa tetangga pernah membawa pulang sebanyak empat karung kerang. Kerang tersebut sebagian dijual dan sebagiannya di masak untuk menjadi lauk.
"Kalau sudah terkupas, harganya mencapai 40 ribu per kilogramnya. Apalgi sudah dimasak rebus bisa lebih mahal lagi," tutunya
Sementara itu, Trimo Muncul, pengelola Pantai Sedang Sikucing mengatakan munculnya kerang-kerang tersebut hingga ke tepian pantai dikarenakan gelombang tinggi yang terjadi diperaiaran pantai tersebut.
Gelombang itu membawa kerang-kerang yang bersembunyi di lumpur dan dibawa ke tepi pantai. Biasanya kerang tersebut bersembunyi di lumpur yang jaraknya 500 meter hingga 1 km dari bibir pantai.
"Kejadiannya itu sudah satu minggu ini, puncaknya kemarin tanggal 2 Januari. Pada tanggal itu warga mendapatkan kerang hingga berkarung-karung namun saat ini sudah mulai berkurang," tuturnya
Ia menambahkan bahwa kejadian itu memang terjadi setiap tahunnya. Terlebih pada penghujung tahun maupun awal tahun. Pasalnya saat itu gelombang tinggi dan musim penghujan tiba.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kerang-di-pantai-sendang-sikucing.jpg)