Minggu, 3 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Bupati Kudus Muhammad Tamzil Minta Los dan Kios Pasar Rakyat Kudus Jangan Dijualbelikan

Bupati Kudus Muhammad Tamzil meminta agar Pasar Rakyat Kudus yang letaknya sekompleks dengan Pasar Baru Wergu tidak dijualbelikan.

Tayang:
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: suharno
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Bupati Kudus saat tinjau Pasar Rakyat Kudus, Rabu (9/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Bupati Kudus Muhammad Tamzil meminta agar Pasar Rakyat Kudus yang letaknya sekompleks dengan Pasar Baru Wergu tidak dijualbelikan kepada pedagang yang menempati.

Bagi pedagang, mereka akan mendapatkan tempat berdagang secara gratis.

"Yang menempati benar-benar orang jualan. Jangan sampai dijualbelikan," kata Tamzil saat meninjau Pasar Rakyat Kudus, Rabu (9/1/2019).

Hampir Saja, BPJS Kesehatan Kudus Putuskan Kerja Sama dengan Dua Rumah Sakit Ini

Tamzil meminta, Pasar Rakyat nanti bisa jadi sentra penjualan daging dan sayur.

Para pedagang bisa dikelompokkan sesuai dengan jenis dagangannya.

Hal itu untuk memudahkan pembeli saat datang ke pasar.

"Para pedagang nanti tinggal menempati. Tidak perlu beli kios atau los, gratis," katanya.

Malu Sering Terlambat Bayar SPP, Anak Yatim Di Kudus Putus Sekolah Lalu Jualan Gandos

Pasar Rakyat Kudus merupakan pasar baru yang selesai dibangun pada Desember 2018.

Bangunan tersebut menghabiskan anggaran mencapai Rp 5,69 miliar dari pemerintah pusat.

Pasar tersebut nantinya bakal memuat 316 pedagang yang menempati los, sedangkan, untuk kios di pasar tersebut terdapat 30 unit.

Pasar tersebut nantinya akan ditempati oleh pedagang ikan di Pasar Baru yang masih belum tertata.

Riyan Bocah Penjual Gandos Kini Bisa Tersenyum, Disdikpora Kudus Jamin Pendidikan Slamet Daryanto

Sekaligus, bagi pedagang baru yang hendak berjualan juga disediakan temoat di Pasar Rakyat.

"Tapi nanti kami data dulu," ujar Kepala Dinas Perdagangan, Sudiharti.

Meski tak perlu membayar kios atau los, pedagang nanti akan ditarik retribusi. Sebab, operasional pasar, misalnya listrik nanti akan dibayarkan melaluiIuang retribusi pedagang.

"Retribusi juga untuk kebersihan," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved