Bupati Pati Haryanto Harapkan Monumen Bandeng Jadikan Pati Lebih Dikenal
Pemerintah Kabupaten Pati menyelenggarakan acara bertajuk Peresmian Proyek-Proyek Pembangunan di Kabupaten Pati Tahun 2018, Rabu (9/1/2019) pagi.
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: galih permadi
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mazka Hauzan Naufal
TRIBUNJATENG.COM, PATI - Pemerintah Kabupaten Pati menyelenggarakan acara bertajuk Peresmian Proyek-Proyek Pembangunan di Kabupaten Pati Tahun 2018, Rabu (9/1/2019) pagi.
Acara tersebut antara lain dihadiri oleh Bupati, Wakil Bupati, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Ketua Dharma Wanita, Ketua Tim Penggerak PKK, Kepala Ombudsman Perwakilan Jawa Tengah, dan pimpinan lembaga perbankan di Kabupaten Pati.
Tempat pelaksanaan acara tersebut ialah Taman Jalur Lingkar Sokokulon, Margorejo yang merupakan satu di antara proyek pembangunan yang diresmikan pada hari itu.
Menurut Bupati Pati Haryanto, proyek-proyek yang dikerjakan oleh Pemkab Pati tidak didasarkan pada keinginan, melainkan kebutuhan.
Kebutuhan yang ia maksud adalah kebutuhan dalam peningkatan infrastruktur dan peningkatan ekonomi di Kabupaten Pati.
"Mulai (pembangunan) jembatan, jalan, hingga monumen, seluruhnya berlandaskan pada kebutuhan. Termasuk monumen bandeng," jelas Haryanto dalam sambutannya.
Keberadaan monumen bandeng dalam proyek pembangunan Taman Jalur Lingkar Sokokulon mendapat penekanan khusus dari Bupati Haryanto dalam sambutannya.
"Monumen bandeng ini (dibangun) supaya Pati lebih dikenal sebagai produsen ikan bandeng. Kalau orang masuk ke wilayah Pati, kemudian melihat monumen ini, akan tergambar dalam benak mereka bahwa Pati memang identik dengan bandeng," jelasnya.
Bupati Haryanto juga menjelaskan makna khusus di balik konstruksi monumen bandeng tersebut.
Haryanto menjelaskan, bentuk bandeng raksasa yang dalam tubuhnya terdapat gir-gir kuningan yang saling berpaut memiliki filosofi.
"Bahwa bandeng merupakan produk unggulan di Pati. Luasan tambak Bandeng di Juwana dan sekitarnya cukup banyak, ribuan hektar. Jangan sampai potensi sumber daya yang dimiliki Pati ini justru dikenal masyarakat dimiliki oleh daerah lain," ujarnya.
Mengenai keberadaan gir-gir kuningan pada monumen bandeng, Haryanto menjelaskan bahwa Kabupaten Pati, utamanya di Juwana dan sekitarnya juga merupakan penghasil produk-produk kuningan.
Maka, monumen berbentuk bandeng raksasa dengan gir-gir kuningan yang saling berpaut bermakna bahwa bandeng dan kuningan merupakan penggerak ekonomi masyarakat Pati.
Pada acara peresmian hari itu, dijelaskan bahwa total proyek pembangunan yang dikerjakan Pemkab Pati selama 2018 berjumlah 550.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bupati-pati-beserta-jajaran-forkopimda-kabupaten-pati.jpg)