Breaking News:

Libur Natal dan Tahun Baru 2019, Pemandian Air Panas Guci Tegal Dikunjungi 46.705 Wisatawan

Selama masa libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) lalu, puluhan ribu wisatawan tercatat berkunjung ke Obyek Wisata pemandian air panas Guci

Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: galih permadi
mamdukh adi priyanto
Ritual Mandi Malam Guci 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Selama masa libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) lalu, Pemandian air panas Guci, Bumijawa, Kabupaten Tegal masih menjadi tempat favorit warga Kabupaten Tegal hingga luar daerah.

 Tercatat puluhan ribu wisatawan berkunjung ke Obyek Wisata (OW) pemandian air panas tersebut.

Kepala UPTD Obyek Wisata Guci Abdul Haris menuturkan selama masa liburan Natal dan Tahun Baru sebanyak 46.705 wisatawan memadati destinasi wisata andalan Pemerintah Kabupaten Tegal itu.

"Dari tanggal 25 sampai 31 Desember kemarin jumlah pengunjung berdasarkan tiket retribusi sebanyak 46.705 orang," kata Haris kepada Tribunjateng.com, Rabu (9/1/2019).

Sedangkan untuk pendapatan dengan retribusi masuk sebesar Rp7.‎000 per orang, maka pendapatan yang diraup OW Guci dari retribusi selama enam hari itu mencapai Rp 326.935.000.

"Untuk jumlah pengunjung rata-rata per hari selama kurun waktu itu antara 7.000 sampai 10.000 orang," ujar Haris.

Dia menyebut‎, jumlah pengunjung selama enam hari tersebut meningkat jika dibandingkan tahun lalu dalam kurun waktu yang sama.

"Kalau tahun sebelumnya jumlah pengunjung pada tanggal-tanggal yang sama total sekitar 42.000 orang," sambungnya.

‎Menurut Haris, peningkatan jumlah pengunjung itu menunjukkan Guci masih menjadi obyek wisata favorit warga dari berbagai daerah, tidak hanya dari Kabupaten Tegal dan sekitarnya.

Sebab, keberadaan pemandian air panas itu semakin menjadi daya tarik tersendiri lantaran lokasinya yang sejuk khas wilayah pegunungan.

"Cuaca yang mulai masuk musim hujan juga tidak mempengaruhi kunjungan wisatawan. Selain itu, mungkin juga ada pengaruh kejadian tsunami yang membuat warga jadi takut ke pantai," imbuh Haris.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved