Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

TES PERJALANAN - Ada Perbedaan Kontras Jalur Tol Trans Jawa Vs Jalur Pantura

Dari perhitungan yang dilakukan antara tol trans jawa vs jalur pantura, terjadi perbedaan sangat kontras dalam hal waktu jarak tempuh antara kedua tim

Editor: m nur huda
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Kondisi jalan tol Pemalang-Batang, Senin (15/10/2018). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA – Peresmian Tol Trans Jawa yang membentang dari Merak sampai Probolinggo menjanjikan akses yang lebih baik bagi warga yang hendak melakukan perjalanan pulau terpadat di Indonesia.

Fasilitas ini juga menjadi sejarah baru, terkoneksinya jalan bebas hambatan ( tol) di Pulau Jawa, sejak infrastruktur pertama Tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi) diresmikan Presiden Suharto pada 1978.

Menandai sejarah ini, KOMPAS.com melakukan perjalanan komparasi antara tol (baru) dengan jalan biasa melintasi Jalur Pantai Utara (Pantura).

Perjalanan kami dari Jakarta menuju Surabaya, menggunakan dua mobil setipe, bertolak mulai dari Rest Area Tol Cikampek, KM 5, (3/1/2019).

Titik start di KM 57, menjadi pilihan paling logis mempertimbangkan proses konstruksi elevated road, LRT, dan Kereta Cepat yang masih berlangsung saat ini.

Perjalanan dari Jakarta menuju Cikarang Barat, via Tol Cikampek, menjadi tak menentu waktu tempuhnya.

Diputuskanlah KM 57, menjadi awal perjalanan Komparasi Trans Jawa ini, sehingga secara kualitatif lebih adil dalam perhitungan.

Dua Tim

Tim A, akan melakukan melanjutkan perjalanan via tol yang sudah terkoneksi sampai Surabaya.

Melintasi Cikarang Utama-Palimanan-Pemalang-Batang-Semarang Salatiga-Kartasura Wilangan-Kertosono Jombang –Mojokerto Surabaya.

Sementara, tim B, keluar tol dari Cikampek Barat, melanjutkan perjalanan via jalan biasa (non-tol), melintasi Subang-Indramayu-Cirebon-Brebes-Tegal-Pemalang-Pekalongan-Batang-Kendal-Semarang-Demak-Kudus-Pati-Rembang-Tuban-Lamongabn-Gresik-Surabaya.

Ini Daftar Rest Area Tol Trans Jawa di Wilayah Jawa Tengah

Kedua mobil melintasi jalan dengan karakter yang berbeda-beda.

Tol dengan karakteristisk statis dan membosankan, sedangkan jalur pantura yang ramai dengan pengguna jalan lain, terutama kendaraan berukuran besar, seperti truk dan bus.

Lama perjalana ini juga kami ukur menggunakan stopwatch. Supaya relatif adil, penghitungan waktu dilakukan hanya ketika mobil dalam kondisi berjalan.

Maksudnya, ketika setiap tim harus minggir untuk istirahat atau berganti sopir, stopwatch akan dihentikan sementara (pause), kemudian dilanjutkan lagi penghitungan, begitu kembali berjalan.

Waktu dan Jarak Tempuh

Dari perhitungan yang kami lakukan, ternyata terjadi perbedaan sangat kontras dalam hal waktu jarak tempuh antara kedua tim.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved