Setelah Bebas Nanti, Basuki Tjahaja Purnama Minta Tidak Lagi Dipanggil Ahok
Basuki Tjahja Purnama tak mau lagi dipanggil dengan nama Ahok. Padahal, nama tersebut adalah panggilan kesayangan dari sang ayah, Indra Tjahaja Purnam
Penulis: Puspita Dewi | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM- Usai bebas dari penjara pada tanggal 24 Januari 2019 nanti, mantan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama tak mau lagi dipanggil Ahok.
Hal itu Ahok ungkapkan melalui sepucuk surat yang ia tulis sendiri.
"Saya keluar dari sini dengan harapan panggil saya BTP bukan Ahok," demikian adalah cuplikan tulisan tangan Ahok.
Ahok sendiri tidak menjelaskan alasannya. Padahal, nama tersebut adalah panggilan kesayangan sang ayah, Indra Tjahaja Purnama.
Tidak dapat dipungkiri nama Ahok sering diidentikkan dengan ras Tionghoa yang kerap diidentikkan dengan ras penggerus ekonomi.
Ahok kerap dinilai sebelah mata.
Lantas dalam suratnya, pemilik nama lengkap Basuki Tjahja Purnama itu menyinggung soal pancasila, dan keberagaman ras.
Ahok mengutip perkataan Presiden Pertama Republik Indonesia, Soekarno.
"Setialah kepada Pancasila itu, pegang teguh kepada Pancasila, bela pancasila itu. Sebgaimana kukatakan lagi tadi. Saudara-saudara, laksana panggilan yang aku dapat daripada atasan untuk memegang teguh kepada Pancasila ini," tulis Ahok dalam suratnya.
Ahok sendiri diambil dari kata Ban Hok, yang artinya terus belajar.
Ayah Ahok ingin putra sulungnya itu menjadi seorang yang sukses dengan ilmu bermanfaat.
Oleh karena itu, Indra panggil Basuki dengan nama Ban Hok.
'Ban' berarti puluhan ribu, dan 'hok' berarti belajar.
"Ayah ingin saya tak pernah berhenti belajar agar menjadi orang sukses," ujat Ahok. Lama-kelamaan, panggilan Bahok berubah menjadi Ahok," ungkap Ahok dalam acara Hari Anak pada 23 Juli 2014.
Perjalanan hidup Ahok dalam dunia politik penuh liku.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ahok-veronica_20170620_130234.jpg)