Inilah Beberapa Proyek Fisik Pemkot Semarang Tahun 2019
Peletakan batu pertama pembangunan Light Rail Transit (LRT) akan menjadi salah satu target pekerjaan fisik Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang pada 2019
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: m nur huda
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Eka Yulianti Fajlin
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Peletakan batu pertama pembangunan Light Rail Transit (LRT) akan menjadi salah satu target pekerjaan fisik Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang pada tahun 2019.
Berbagai kajian sudah dilakukan terhadap proyek yang digadang dapat memecah kemacetan lalu lintas di Kota Semarang.
“LRT sudah masuk dalam proses lelang. Mudah-mudahan segera mungkin,” tutur Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, Sabtu (19/1/2019).
Menurutnya, pembangunan LRT tidak mungkin hanya mengandalkan anggaran Pemkot Semarang.
Sehingga, pembangunan LRT tersebut dilaksanakan menggunakan pembiayaan dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Adapun, tahap pertama pembangunan LRT yakni koridor I yang menghubungkan Pasar Bulu ke Bandara Internasional Ahmad Yani.
“Kami tawarkan skema KPBU. Kami persilakan investor yang berminat menanamkan modalnya untuk proyek ini,” ujarnya.
Pembangunan fisik untuk mengubah wajah Kota Semarang menjadi lebih baik tidak hanya pembangunan LRT yang difokuskan di tengah kota.
Hendi juga membeberkan, tahun 2019 ini Pemerintah Kota Semarang juga akan fokus pada wilayah perbatasan. Seperti yang dibeberkan, Hendi akan membangun jembatan kaca di Gunungpati.
Jembatan Kaca ini diharapkan menjadi destinasi wisata baru yang dapat menarik wisatawan local maupun mancanegara. Meski demikian, dia belum menyebutkan secara spesifik proyek jembatan kaca ini.
• Semarang Bakal Punya Jembatan Kaca, Ini Lokasi yang Dipilih Wali Kota Hendi
Proyek lain yang ditargetkan akan dikerjakan oleh Pemkot Semarang di tahun 2019 adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di TPA Jatibarang tahap kedua.
Selain PLTSa bantuan dari Denmark, Pemkot Semarang akan membangun PLTSa kembali dengan teknologi incinerator.
“Tahapnya hingga kini sudah ditunjuk konsultan oleh pendonor dari Australia dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Mereka akan bekerja hingga maret. Dari hasil kajian itu akan menjadi dasar untuk lelang 2019,” jelas Hendi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/wali-kota-semarang-hendrar-prihadi-hendi-cek-kondisi-sungai-kedungwinong.jpg)