Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pesan Rektor UPGRIS untuk Mahasiswa KKN: Jangan Mau Kalau Ada Caleg Mendekat

Rektor UPGRIS, Muhdi memberi pesan khusus pada mahasiswa peserta KKN, agar jangan mau jika ada caleg yang mendekat di dalam kegiatan KKN mahasiswa.

Penulis: akbar hari mukti | Editor: m nur huda
Tribun jateng/akbar hari mukti
Rektor UPGRIS, Muhdi saat memberi pembekalan pada ribuan mahasiswa peserta KKN di Balairung UPGRIS, Semarang, Senin (21/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) melepas 2.030 mahasiswanya ikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Rektor UPGRIS, Muhdi memberi pesan khusus pada para mahasiswa peserta KKN, agar jangan mau dimanfaatkan dalam kegiatan politik, termasuk apabila ada caleg yang mendekat di dalam kegiatan KKN mahasiswa.

"Ini tahun politik, tentu ada caleg yang sedang bergerilya. Saya tak mau ada yang ikut kegiatan politik semacam itu," ujarnya, di sela pelepasan KKN di Balairung UPGRIS, Semarang, Senin (21/1/2019).

"Termasuk mengkampanyekan caleg di desa tempat KKN dengan imbalan tertentu. Pokoknya jangan mau kalau ada caleg mendekat," sambung Muhdi.

Muhdi menilai tugas mahasiswa di KKN adalah bekerja dan mengedukasi masyarakat setempat. Bukan mengkampanyekan caleg.

"Saya kira ada satu dua yang mendekat, tetapi jangan mau terpancing, jangan mau ikut kampanye buat caleg-caleg itu," ungkap Muhdi.

2.030 Mahasiswa UPGRIS Ikuti KKN di Enam Kabupaten di Jawa Tengah, Ini Fokus Tugasnya

Muhdi berpandangan, apabila mahasiswanya harus kampanye, maka yang dikampanyekan adalah kampusnya saja.

"Kampanye saja tentang UPGRIS saya kira itu lebih bermanfaat," paparnya.

Adapun, UPGRIS terjunkan 2.030 mahasiswanya mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama sebulan, terhitung sejak hari ini.

Muhdi memaparkan, 2.030 mahasiswa ini diterjunkan di 131 kelurahan di enam kabupaten/kota se Jawa Tengah.

"Mereka diterjunkan di 14 kecamatan di enam kabupaten/kota di Jawa Tengah, dengan sebagian besar berada di Kota Semarang," ujarnya.

Menurutnya, tema besar KKN UPGRIS adalah literasi digital. Tema ini sudah kali kedua diusung, setelah KKN yang sama 2017 lalu.

Muhdi menilai, terciptanya desa mandiri merupakan hal yang sangat mendesak di Indonesia, terutama di bidang kewirausahaan. Ia pun dalam kesempatan itu mengajak mahasiswanya aktif melakukan penyuluhan tentang desa mandiri, melalui kegiatan literasi digital.

"Saya selalu percaya bahwa desa yang melek teknologi informasi dan komunikasi adalah desa yang sudah mendekatkan diri menjadi desa mandiri," urai dia. (Ahm)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved