Koleksi 182 Penghargaan Internasional, Kartunis Jitet Pecahkan Rekor LEPRID

Kartunis senior Semarang, Jitet Kustana menerima penghargaan sebagai kartunis dengan penghargaan kartun internasional terbanyak.

Koleksi 182 Penghargaan Internasional, Kartunis Jitet Pecahkan Rekor LEPRID
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Koleksi 182 Penghargaan Internasional Jitet Pecahkan Rekor LEPRID 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hermawan Handaka

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kartunis senior Semarang, Jitet Koestana menerima penghargaan sebagai kartunis dengan penghargaan kartun internasional terbanyak.

Penghargaan itu diberikan oleh Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) berupa medali dan piagam penghargaan.

"Kami sudah rapat melakukan survei dan bertanya kepada teman-teman media dan paling banyak mendapat penghargaan adalah Pak Jitet," kata Ketua Umum dan Pendiri LEPRID, Paulus Pangka saat menyerahkan penghargaan di rumah Jitet Koestana, Jalan Candi Penataran Utara No 12 Kalipancur, Ngaliyan, Kota Semarang, Selasa, (22/1).

Piagam yang diberikan kepada Jitet menyebutkan, Jitet telah meraih penghargan sebanyak 182 penghargaan kartun tingkat internasional.

Paulus mengatakan LEPRID sangat mengapresiasi prestasi anak bangsa yang menginspirasi dan membanggakan Indonesia di tingkat dunia dan berharap Jitet dapat menjadi inspirasi serta motivasi bagi generasi muda selanjutnya.

"Yang stimewa dari Jitet adalah kecintaannya terhadap dunia kartun. Jitet suka menggambar sejak duduk di bangku sekolah dasar dari kelas dua. Jisat kemudian mengembangkan hobinya itu secara autodidak dan sampai akhirnya Jitet mendirikan Gold Pencil Indonesia untuk pengembangan dan kajian kartun di Semarang. LEPRID memberikan penghargaan kepada Jitet Kustana pada urutan rekor yang ke-440," terang Paulus Pangka kepada tribun Jateng.

Jitet berharap penghargaan yang diterima kali ini mampu menginspirasi anak-anak muda untuk kreatif dan tertarik pada seni kartun.

Menurutnya, menggambar itu biasa karena semua orang bisa dan akan lebih baik jika kita mengajarkan kepada generasi muda supaya terlahir generasi penerus yang suka pada dunia seni kartun.

Jitet menambahkan, untuk memperkaya gagasan dalam kartun bisa dilakukan dengan membaca dan mendengar kondisi di sekitar kita untuk memancing ide.

Trik itu dia peroleh selama berproses sebagai kartunis. Jitet membagikan pengalaman kreatifnya itu di kelas kartun yang dikelola yang di beri nama Gold Pencil.

"Kartunis Indonesia tidak kalah dengan orang-orang luar negeri. Sebab menurutnya Indonesia memiliki banyak budaya dan kearifan yang bisa dieksplore menjadi gagasan kartun. Ia mencontohkan peribahasa dalam bahasa Jawa jika diterapkan dalam kartun akan menjadi karya-karya yang hebat, "Jawa itu jawani, Itu kehebatan orang Jawa ketika diterapkan ke ide kartun dahsyat," tambahnya.(*)

Penulis: Hermawan Handaka
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved