Pagelaran Wayang Kulit Bimo Krido di Balaikota Semarang Meriah, Penonton Sampai Bersorak
Ratusan penonton menyaksikan Pagelaran Wayang Kulit dengan Dalang Ki Bayu Aji Pamungkas yang membawakan lakon Bimo Krido di Balaikota Semarang.
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: abduh imanulhaq
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Reza Gustav
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ratusan penonton memadati area halaman Balaikota Semarang, Jalan Pemuda No 148, Jawa Tengah, Jumat (25/1/2019) malam.
Mereka hadir menyaksikan Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk dengan Dalang Ki Bayu Aji Pamungkas yang membawakan lakon Bimo Krido.
Pertunjukan wayang kulit yang digagas Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang itu dimulai pukul 20.00 WIB.
Mendagri Tjahjo Kumolo, pejabat Pemkot Semarang, tokoh agama, dan tokoh masyarakat duduk berjejer di depan panggung ikut menyaksikan bersama warga.
• Ingat Wanita Semarang Yulistra Ivo yang Dinikahi Gubernur Kalteng? Setahun Menikah, Ini Kabarnya
• Kecelakaan Maut di Tanah Putih Semarang, Tabrakan Mobil Pikap Vs Motor 1 Orang Meninggal
• The Park Semarang Digadang-gadang Akan Menjadi Mall Terbesar di Kota Lunpia
Menurut Tjahjo, pertunjukan seni budaya itu menjadi cara efektif menyosialisasikan hal-hal yang dapat memecah persatuan bangsa Indonesia.
“Kami menitipkan pesan ke dalang. Kami mengajak masyarakat untuk menjaga situasi kondusif menjelang Pemilu 2019. Kita lawan ujaran kebencian, fitnah, hoax, dan politisasi SARA,” ujar Tjahjo.
Pementasan lakon Bimo Krido mengisahkan usaha para Kurawa mempertahankan Negara Astinapura.
Karena tidak tercapai perdamaian, terjadi perang antara Kurawa dengan Bima dan Kresna hingga akhirnya Batara Guru turun tangan dan ikut dalam peperangan.
Aksi dan bagian-bagian saat pertempuran dalam wayang itu amat menghibur.
Beberapa kali penonton bertepuk tangan dan bersorak.
Tak lupa, Dalang Ki Bayu Aji Pamungkas menyuguhkan komedi kekinian yang membuat penonton tertawa terpingkal-pingkal.
“Keren sekali meski saya kurang mengerti bahasanya. Jarang menonton dan tidak terlalu menyukai wayang tapi setelah diperhatikan bagus juga cerita, aksi dan guyonannya,” ujar Gunawan Arya Nugraha (26) warga Mijen, Semarang.
“Saya suka terutama saat karakter di wayang itu bertempur sambil jungkir balik, lompat sana sini dan mengayunkan senjata. Penasaran saja bagaimana cara dalang memainkannya,” sambungnya.
Tjahjo Kumolo mengungkapkan pertunjukan serupa juga akan digelar beberapa kota lain, yakni di Banyuwangi, Yogyakarta, dan Tulungagung.
"Rencana nanti rutin setiap bulan. Bulan depan di Banyuwangi. Kemudian Jogja. Kemudian Tulungagung. Mari kita nguri-nguri kebudayaan Jawa," tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/wayang-kulit-di-balaikota-semarang.jpg)