40 Hari Meninggalnya Personel Seventeen, Digelar Doa Bersama di Girikusumo Mranggen

Beberapa kali, para personel Seventeen mengikuti pengajian yang rutin menggelar acara maulid tiap Kamis malam bersama JAMUNA

40 Hari Meninggalnya Personel Seventeen, Digelar Doa Bersama di Girikusumo Mranggen
Istimewa
Doa bersama untuk bangsa dan peringatan 40 hari korban tsunami Selat Sunda di Ponpes Girikusumo Mranggen Demak, Kamis (1/2/2019) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nur Huda

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK – Tak terasa, sudah 40 hari peristiwa tsunami Selat Sunda yang terjadi 24 Desember 2018 lalu. Ponpes Girikusumo Mranggen Demak, Kamis (1/2/2019) malam menggelar doa bersama untuk bangsa sekaligus peringatan 40 hari korban tsunami.

Peristiwa yang mengakibatkan meninggalnya tiga personel grup band Seventeen yakni M Awal "Bani" Purbani (bass), Herman Sikumbang (gitar), Windu Andi Darmawan (drum ) serta ratusan orang lainnya, meninggalkan kenangan bagi orang-orang terdekatnya.

Pengasuh Ponpes Girikusumo Mranggen Demak, KH Munif Zuhri atau Mbah Munif, mengungkapkan alasan digelarnya peringatan 40 hari tersebut di Mranggen. Menurutnya, ada kedekatan antara para personel Seventeen dengan Jamaah Muji Nabi (JAMUNA) Girikusumo.

Beberapa kali, para personel Seventeen mengikuti pengajian yang rutin menggelar acara maulid tiap Kamis malam bersama JAMUNA di komplek Ponpes Girikusumo.

“Sudah 40 hari musibah tsunami di Banten, khususnya pada almarhum personel grup Seventeen semoga husnul khotimah. Semoga diberikan jalan yang lancar menghadap Allah SWT, dan diaku sebagai umat Nabi Muhammad,” tutur Mbah Munif di hadapan ribuan jamaah yang hadir.

Pada acara ini, juga dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Anggota DPR RI dari Fraksi PKB Abdul Kadir Karding sekaligus mewakili keluarga, mantan Ketua PWNU Jawa Tengah Prof Dr Abu Hapsin dan Muhammad Adnan, Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid.

Kemudian Ketua GP Ansor Jawa Tengah Sholahuddin Aly, Anggota DPRD Jateng Fuad Hidayat, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, bendahara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf Amin Trenggono. Nampak hadir pula vokalis grup band Govinda Ivan, Mamie gitaris Last Child, Tommy Kurniawan, dan lain-lain.

Mbah Munif mengingatkan, bahwa manusia meninggal dunia sudah mutlak. Sehingga untuk para keluarga korban tsunami Selat Sunda, diharap dapat bersabar dan ikhlas.

“Kalau tidak meninggalkan, ya ditinggalkan,” ujar Mbah Munif.

Halaman
12
Penulis: m nur huda
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved