Mahasiswa KKN UPGRIS bersama GPS Jepara Ajak Ibu PKK Manfaatkan Sampah melalui Ekobrik
Mahasiswa Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menggelar pelatihan pemanfaatan sampah di Aula Kecamatan Tahunan, Jepara, Sabtu (2/2/2019)
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: Catur waskito Edy
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali
TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Mahasiswa Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menggelar pelatihan pemanfaatan sampah di Aula Kecamatan Tahunan, Jepara, Sabtu (2/2/2019). Pelatihan ini diikuti oleh anggota PKK dari sejumlah desa.
Pemanfaatan sampah yang dikemas dalam bentuk pelatihan ekobrik tersebut mendatangkan narasumber dari Gerakan Pungut Sampah (GPS) Jepara, Akhmad Maruf. Sementara peserta yang notab3ne sebagai anggota PKK datang dari Desa Semat, Platar, Demangan, Teluk Awur, dan Tegalsambi.
Salah seroang mahasiswa UPGRIS, Aji Bachtiar mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari program yang dilaksanakan oleh mahasiwa yang tengah Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Tahunan, Jepara. Tujuan dari kegiatan ini yaitu mengajak masyarakat agar lebih peduli pada lingkungan serta mampu memanfaatkan sampah supaya memiliki nilai ekonomi.
"Melihat fenomena yang terjadi saat ini, sampah-sampah plastik semakin menumpuk dan mengakibatkan pencemaran terhadap lingkungan. Sampah-sampah yang ada di lingkungan masyarakat harus ada wadah untuk mengolah kembali sampah tersebut," kata Aji.
Dalam pelatihan ini, materi yang diajarkan kepada peserta yaitu pemanfaatan sampah untuk perabot rumah tangga atau barang lainnya. Di antaranya yaitu tas belanja, tas makanan, hiasan untuk pigura foto, dan lain sebagainya.
Olahan sampah dari botol-botol air minuman, misalnya, dapat dimanfaatkan sebagai hiasan lampu rumah dan tempat duduk. Dari botol yang sudah tidak terpakai lalu diisi dengan potongan-potongan plastik bekas.
Keantusiasan peserta yang mayoritas kaum ibu terlihat saat melakukan uji coba ekobrik dengan kelompoknya masing-masing.
Misalnya saat dilatih membuat tempat duduk dari botol-botol minuman bekas. Alat-alat yang digunakan untuk membuat tempat duduk tersebut antara lain botol minuman, lem kaca, timbangan, dan stick kayu.
Pembuatan tempat duduk diawali dengan menyiapkan botol minuman lalu memasukkan potongan-potongan plastik bekas. Untuk setiap botol air mineral 600 mililiter diisi sampah seberat 200 gram.
Kemudian, sampah-sampah tersebut ditekan oleh stick kayu agar memadat. Setelah selesai semua, botol-botol tersebut direkatkan satu dengan lainnya menggunakan lem kaca, sehingga membentuk tempat duduk. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/mahasiswa-kkn-upgris-bersama-gps-jepara-ajak-ibu-pkk-manfaatkan-sampah-melalui-ekobrik.jpg)