51 Persen Anak Indonesia Pengguna Internet Aktif, Ini Tips Pendampingan Bagi Orang Tua
Banyaknya anak-anak usia empat hingga 10 tahun yang sudah mengenal internet melalui ponsel pintarnya.
Penulis: rival al manaf | Editor: galih permadi
Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Banyaknya anak-anak usia empat hingga 10 tahun yang sudah mengenal internet melalui ponsel pintarnya.
Hal itu melatar belakangi belasan mahasiswa untuk memberikan sosialisasi pengawasan internet ramah anak kepada orang tua.
Mahasiswa dari Universitas PGRI Semarang yang diketuai Hana Mumfangati tersebut kebetulan ditugaskan untuk melakukan Kuliah Kerja Nyata di Kelurahan Gayamsari, Semarang.
"Di sini yang masih kental budaya perkotaan yang membuat anak-anak sangat akrab dengan gadget dan internet. Dari literatur yang kami baca pengaruh konten yang didapat internet akan mempengaruhi daya kembang anak makanya kami tergerak untuk melakukan kegiatan ini," terangnya seperti dikutip dalam press rilis yang dikirim ke Tribun Jateng, Minggu (3/2/2019).
Mengundang sekitar 45 orang ibu-ibu PKK, mereka juga menghadirkan pakar-pakar pendidikan konseling dalam kesempatan itu.
Dengan begitu, diharapkan orang tua memiliki tips untuk mengawasi putra-putrinya dan memantau konten yang dicerna sesuai dengan tingkat umurnya.
Di lain sisi, salah satu pemateri, Siti Fitriana MPd Kons menjelaskan orang tua harus bisa memberikan pemahaman kepada anak bagaimana berinternet secara sehat.
Ia menyebut dari hasil riset, 51 persen dari total anak anak indonesia sudah menjadi pengguna internet. Jumlah itu mayoritas adalah anak yang tinggal di perkotaan.
"Internet ini kan bisa menjadi dua mata pisau, jika digunakan untuk melihat dan belajar konten yang sudah semestinya maka juga akan menghasilkan kepribadian yang baik. Oleh karena itu orang tua harus bisa melihat apa yang diserap anak-anaknya di dunia maya," terang Fitriana lebih lanjut.
Iapun menyampaikan kepada para orang tua yang hadir bagaimana cara menyaring konten yang bisa dikonsumsi melalui pengaturan browser yang ada.
Jika anak sudah mulai bisa membuka pengaturan sendiri orang tua diminta menyisakan waktunya untuk berselancar bersama anak.
"Jadi waktu yang pas untuk anak berselancar di dunia maya ya saat orang tua juga punya waktu luang. Di situ diharapkan juga menjadi interaksi dan komunikasi orangtua bersama anak," tambahnya.
Selain itu ia juga meminta orangtua untuk aktif bermedia sosial. Media sosial dinilainya adalah alat yang tepat untuk memantau anak di jagad maya.
"Jika anak aktif di instagram, orang tua juga harus punya kita bisa melihat pergaulan anak-anak kita di media sosial," pungkasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/dosen-bimbingan-konseling-siti-fitriana-mpd-kons.jpg)