Sabtu, 16 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Indahnya Wonosari Temanggung ‎di Lereng Gunung Sumbing, Pendaki Cukup Empat Jam ke Puncak

Jawa Tengah punya banyak potensi alam yang memesona. Sebut saja di desa Wonosari Bulu hanya empat jam jalan kaki ke puncak Gunung Sumbing

Tayang:
ISTIMEWA
Gunung Sumbing 

Jawa Tengah punya banyak potensi alam yang memesona pemandangannya. Sebut saja di desa Wonosari Bulu hanya empat jam jalan kaki ke puncak Gunung Sumbing. Pemandangan alam sangat indah.

GARDU pandang Dukuh Seman, Desa Wonosari, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung, menawarkan pemandangan eksotis.

Dari ketinggian sekitar 1.250 meter di atas permukaan laut (mdpl), sapuan mata bisa menikmati pemandangan Kota Tembakau dari atas. Jika cuaca cerah gagahnya puncak Gunung Sumbing tampak jelas, seakan hanya berjarak ratusan meter saja.

"Dari sini ke puncak Sumbing h‎anya sekitar empat-lima jam jalan kaki. Dukuh ini merupakan salah satu jalur pendakian ke puncak Sumbing," kata sesepuh masayarakat Dukuh Seman, Ariyadi.

Hawa dingin nan segar segera begitu terasa, saat menapakkan kaki di area komplek petilasan Ki Ageng Makukuhan, di Dukuh Seman.

Satu di antara empat padukuhan di Desa Wonosari, tiga lainnya adalah Dukuh Coyo, Dayuhan, dan Jokaton.

Pohon-pohon Sarangan berukuran cukup besar, beberapa di antaranya diperkirakan berusia ratusan ‎tahun. Pepohonan itu mengelilingi petilasan, yang sekilas mirip area pemakaman. Komplek petilasan ki Ageng Makukuhan di Dukuh Seman menempati lahan dengan luas berkisar satu hektare.

Di area tersebut, terdapat berbagai fasilitas publik, di antaranya tanah lapang yang biasa digunakan untuk tradisi kenduri 'Rejeban' tiap bulan Rajab dalam kalender hijriyah.

Pendopo Makukuhan, yang diresmikan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pada April 2017 silam. Serta, taman dan Gardu Pandang, yang dibangun pada akhir 2017 lalu.

Dari atas gardu pandang‎ inilah pengunjung bisa lebih leluasa menikmati pemandangan Kota Tembakau dari ketinggian. Sementara, di sisi barat gardu pandang, puncak Gunung Sumbing tampak kokoh nan gagah.

Lantaran begitu dekat dalam pandangan, kala cuaca cerah, jarak puncak Sumbing terasa sangat dekat.
Wonosari merupakan satu di antara 19 desa yang ada di Kecamatan Bulu. Desa ini berada di ketinggian, paling atas di ‎wilayah kecamatan tersebut. Desa dengan komoditi utama tembakau ini, hanya sekitar 16,5 kilometer (Km) dari pusat kota Temanggung.

‎Tokoh masyarakat Dukuh Seman, Ariyadi, mengatakan Ki Ageng Makukuhan dipercaya sebagai tokoh utama penyebar Islam di sekitar wilayah Karisidenan Kedu. Kedu sendiri saat ini merupakan satu di antara 20 Kecamatan yang ada di Temanggung.

"Di sini adalah petilasannya. Kalau makamnya ada yang mempercayai itu ada di Kedu, ada pula yang meyakini berada di atas puncak Sumbing," ujarnya, kepada Tribun Jateng, Minggu (3/2).

Diketahui, puncak Gunung Sumbing berada di ketinggian 3.‎371 mdpl. Sumbing merupakan gunung tertinggi kedua di Jawa Tengah, setelah Gunung Slamet yang puncaknya berada di ketinggian 3.428 mdpl. Atau ketiga tertinggi di Pulau Jawa, setelah Gunung Semeru --puncaknya berada di 3.676 mdpl-- di Provinsi Jawa Timur.

‎Menurut pria yang karib disapa Mbah Ari itu, Dukuh Seman merupakan satu di antara sekian jalur pendakian untuk menuju Puncak Sumbing. Dikatakan, dari pedukuhan setempat menuju puncak Sumbing hanya memerlukan waktu empat - lima jam jalan kaki.

"Dari sini ke puncak (Sumbing) hanya empat - lima jam jalan kaki. Motor bisa dititipkan di sini atau di pos satu, yang berada di perbatasan antara lahan milik warga dan Perhutani," ucapnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved