Ketua Pusat Studi Kretek Indonesia Ajak Masyarakat Berantas Rokok Ilegal. Begini Caranya

Ketua Pusat Studi Kretek Indonesia (Puskindo) dan Gabungan Pengusaha Rokok Seluruh Indonesia (GAPRI) Joko Utomo pada konferensi pers di Omah Kuno 1868

Ketua Pusat Studi Kretek Indonesia Ajak Masyarakat Berantas Rokok Ilegal. Begini Caranya
TRIBUN JATENG/MAZKA HAUZAN NAUFAL
Ketua Pusat Studi Kretek Indonesia (Puskindo) Joko Utomo memberikan keterangan terkait peredaran rokok ilegal dalam konferensi pers di Omah Kuno 1868 Pati, Rabu (6/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mazka Hauzan Naufal

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Peredaran rokok ilegal di Indonesia cukup merugikan masyarakat.

Tidak hanya terkait pemalsuan merek, tetapi juga dari sisi penerimaan negara yang tidak maksimal.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Pusat Studi Kretek Indonesia (Puskindo) dan Gabungan Pengusaha Rokok Seluruh Indonesia (GAPRI) Joko Utomo pada konferensi pers di Omah Kuno 1868 Pati, Rabu (6/2/2019).

"Modus peredaran rokok ilegal cukup beragam, antara lain rokok polos (tidak dilekati pita cukai), dilekati pita cukai palsu, dilekati pita cukai bekas, maupun dilekati pita cukai yang tidak sesuai peruntukannya,” jelas akademisi Universitas Muria Kudus tersebut.

Ribuan Nelayan Kabupaten Pati Peroleh Bantuan Lima Kilogram Beras

Joko menjelaskan, ia mendukung kebijakan pemerintah dalam menekan peredaran rokok ilegal melalui penindakan tegas.

Sebab, keberadaan rokok ilegal sangat merugikan industri rokok legal.

Di samping itu, peredaran rokok ilegal juga merugikan negara dalam hal pendapatan cukai rokok.

"Pengawasan peredaran rokok ilegal jangan hanya diserahkan kepada pemerintah. Ini tanggung jawab kita semua," ujarnya.

Pengawasan rokok ilegal, lanjut Joko, bertujuan meningkatkan penerimaan negara dari sektor cukai.

Halaman
12
Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved