Rabu, 29 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Bantah Ucapan Hasto, Fadli Zon: Konsultan Asing Itu Melatih Bu Mega Bicara

Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon membantah pernyataan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto. Lantas Fadli Zon justru menuding Megawati

Penulis: Ardianti WS | Editor: abduh imanulhaq
YOUTUBE
Bantah Ucapan Hasto, Fadli Zon Sebut nama Mega 

TRIBUNJATENG.COM- Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon membantah pernyataan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto.

Hal tersebut Fadli Zon sampaikan melalui akun Twitter @fadlizon pada Kamis (7/2/18).

Fadli Zon lantas menceritakan masa kampanye pada thaun 2009.

Saat itu, Megawati dan Prabowo Subianto maju sebagai kandidat capres cawapres.

Kemudian, Fadli Zon menyebut bahwa Hasto adalah wakil sekertaris umum di tim kampanye.

Dapat Durian Runtuh, Ismail Temukan Arwana Emas Seharga Rp 20 Juta Saat Bersihkan Kali Item Jakarta

Tujuh Gadis Asal Indramayu Dijual, Dijanjikan Jadi SPG Tapi Jadi Terapis Pijat Plus-plus dan PSK

Fadli Zon Dinilai Lecehkan Mbah Moen Lewat Puisi ‘Doa yang Tertukar’, REMAJA Tuntut Permintaan Maaf

Bandingkan Spesifikasi & Harga Samsung Galaxy S10 vs Sony Xperia XZ4, Sama-sama Ponsel 3 Kamera

Menurut Fadli Zon, pada saat itu, tim sukses Megawati-Prabowo menggunakan konsultan asing sebatas saran-saran.

Fadli Zon lantas mengatakan bahwa konsultan asing itu melatih Megawati bicara.

"Hasto itu wakil sy sb sekretaris umum di Tim Kampanye. Konsultan sebatas saran2 buat iklan, itupun content dr kami. Malah konsultan tsb yg ikut coaching Bu Mega bicara," tulisnya.

Sebelumnya, Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto menampik Presiden Petahana Joko Widodo pakai konsultan asing. Melainkan, Prabowo Subianto yang menggunakannya pada 2009 silam.

Bahkan, Hasto menjadi saksi dari apa yang ia sampaikan itu.

"Bahkan tahun 2009 saya menjadi saksi bagaimana pak Prabowo itu menggunakan konsultan asing," kata Hasto kepada wartawan.

Sementara itu, Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto sebut dia adalah saksi hidup bahwa Prabowo Subianto pakai konsultan asing di Pemilu 2009.

8 Fakta Lengkap Luwes Sragen Dibobol Rp 2,2 Miliar, dari Kronologi hingga 33 Barang Bukti

Rocky Gerung Mendadak Bicara Nada Tinggi saat Jack Boyd Lapian Interupsi Ucapannya

Di ILC, Rocky Gerung Mengaku Jengkel: Kekonyolan Terjadi Karena Kurang Ilmu Pengetahuan

Di ILC, Boyd Lapian Ingin Bantah Ucapan Rocky Gerung, Karni Ilyas: Saya Nggak Mau Bertengkar

Menanggapinya, Wakil Ketua BPN Priyo Budi Santoso bertanya balik kepada Hasto, siapa sosok yang berpasangan dengan Prabowo waktu itu. Karena diketahui, pada Pilpres 2009 Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri menjadi capres yang mendampingi Prabowo.

"Saat itu berpasangan sama siapa? Nah lho, tanyakan kepada pak Hasto, saat itu berpasangan sama siapa, kalau nggak salah berpasangan sama? Nah. Tanyakan coba," kata Priyo di KPU RI, Jakarta Pusat, Rabu (6/2/2019).

Untuk itu Priyo minta Hasto menjelaskan dan membuktikan tudingannya tersebut karena Prabowo saat itu berpasangan dengan Ketua Umumnya sendiri.

"Saya menjadi timsesnya pada saat 2014 Prabowo-Hatta. Kalau 2009 tidak. Kalau nggak salah pak Prabowo duet sama anu ya, sama Ibu Mega. Pak Hasto jelasin aja," imbuhnya.

Diketahui sebelumnya, Jokowi mengatakan, pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menggunakan konsultan asing dalam menghadapi Pemilihan Presiden 2019.

Ia tak menyebut konsultan asing apa yang digunakan kubu Prabowo-Sandi.

Namun, ia sempat menyinggung soal propaganda Rusia.

"Seperti yang saya sampaikan, teori propaganda Rusia seperti itu.Semburkan dusta sebanyak-banyaknya, semburkan kebohongan sebanyak-banyaknya, semburkan hoaks sebanyak-banyaknya sehingga rakyat menjadi ragu. Memang teorinya seperti itu," kata Jokowi saat bertemu sedulur kayu dan mebel di Solo, Minggu (3/2/2019).

Lantas, pernyataan Jokowi itu ditangapi oleh Kedutaan Besar Rusia di Jakarta melalui akun Twitter mengeluarkan pernyataan terkait istilah Progapanda Rusia yang dilontarkan calon presiden nomor urut 01 yang juga capres petahana Joko Widodo.

Kedubes Rusia melalui akun @RusEmbJakarta menyampaikan bahwa Rusia tidak ikut campur dalam urusan elektoral di negara lain.

"Kami menggarisbawahi bahwa posisi prinsipil Rusia adalah tidak campur tangan pada urusan dalam negeri dan proses-proses elektoral di negara-negara asing, termasuk Indonesia yang merupakan sahabat dekat dan mitra penting kami," tulis akun Twitter Kedubes Rusia untuk Indonesia, Senin (4/2/2019).

Kedubes Rusia untuk Indonesia juga menyampaikan, istilah "propaganda Rusia" merupakan rekayasa yang dibuat pada tahun 2016 untuk kepentingan pilpres Amerika Serikat.

Istilah tersebut tidak berdasarkan pada realitas. "Sebagaimana diketahui istilah 'propaganda Rusia' direkayasa pada tahun 2016 di Amerika Serikat dalam rangka kampanye pemilu presiden. Istilah ini sama sekali tidak berdasarkan pada realitas," tulis akun Twitter tersebut.

(TribunJateng.com/Woro Seto)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved