Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

MIRIS! Diduga Dilarang Main Facebook oleh Suami, Arniati Pilih Gantung Diri di Kamar

Sebelum mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri dengan tali ayunan, Arniati (23) sempat menulis status di WhatsApp (WA)

Editor: galih permadi
ISTIMEWA
Jenazah Arniati yang tewas gantung diri di kamarnya di RT 06 Kelurahan Sungai Paret, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kamis (7/2/2019) sore, dimasukkan ke kantong jenazah. 

TRIBUNJATENG.COM - Sebelum mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri dengan tali ayunan, Arniati (23) sempat menulis status di WhatsApp (WA) yang menyampaikan permohonan maaf kepada keluarganya dan menitip anaknya.

Kasat Reskrim Polres PPU, Iptu Iswanto mengatakan, sebelumnya korban menulis status di WA bahwa akan mengakhiri hidupnya dan meminta maaf kepada keluarganya.

 "Juga menyampaikan ingin menitipkan anaknya, " ujarnya.

Ia mengatakan, sebelum kejadian korban dan suaminya Sujaedi (bukan Junaidi) sempat bertengkar.

Fakta Baru Video Viral Pria Rusak Motor Saat Ditilang, Diduga Penadah Hingga Minta Maaf ke Polisi

Viral Video Pria Banting dan Hancurkan Motor Scoopy saat Ditilang, Sang Pacar Minta Maaf

Manise Burung Merpati yang Hilang Disayembarakan Rp 30 Juta Itu Pernah Sabet Daihatsu Ayla

Pertengkaran ini terjadi karena korban dilarang sering main facebook.

Ia mengungkapkan, korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di kamarnya menggunakan tali ayunan.

Sebelum korban tinggal di rumah RT 06 Kelurahan Sungai Paret, tali ayunan tersebut sudah terpasang.

"Jadi korban menginjak ember cat yang dilapisi seprai. Korban kami bawa ke RSUD untuk dilakukan visum, " ujarnya.

Sementara suami korban, Sujaedi mengatakan sebelum kejadian sempat bertengkar kemarin, Rabu (6/2/2019).

Setelah itu, ia dan korban tidak bertegur sapa lagi.

Ia mengatakan sekitar pukul 12.30 Wita sempat datang ke rumah dan menemukan korban dalam kamar sedang main handpone.

Ia mengaku membaca status di WA istrinya dan curiga akan mengakhiri hidupnya.

"Saya ketok pintu kamar dan dibuka. Saya bilang mau ambil berkas. Saat saya keluar, pintu kembali dikunci dan saya bilang tidak usah dikunci karena nanti pulang, " ujarnya.

Setelah itu, ia kembali ke kantor Kelurahan Nipah-nipah dan pulang sekitar pukul 15.30 Wita.

"Saya pulang kembali gedor pintu kamar dan tak dibuka. Saya intip lewat jendela ternyata tertutup horden. Jadi saya buka paksa dan setelah itu istri saya sudah tergantung, " ujarnya sembari menangis

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved