FOCUS
Kota Kreatif
Guna menyongsong penilaian World Heritage 2020 oleh UNESCO di Kota Lama, Semarang, sebagai Kota Pusaka Dunia,
Penulis: moh anhar | Editor: m nur huda
Selain berkeliling menikmati bangunan kuno yang didirikan abad 18-19, wisatawan bisa mampir untuk belanja oleh-oleh di Kampung Batik.
Sementara, secara umum, wajah Kota Semarang kini telah banyak berbenah. Hal ini menjadi daya dukung bagi kota ini.
Tantangan untuk membangun masyarakat ekonomi kreatif ini, di antaranya: pertama, mengubah pola pikir dan kesadaran warga bahwa lingkungannya kini telah menjadi daerah wisata baru.
Diharapkan, mereka tidak hanya memberi dukungan, tetapi juga berperan aktif. Karenanya pemetaan potensi ekonomi menjadi penting. Hanya orang-orang kreatiflah yang bisa mengambil peluang ekonomi ini.
Kedua, adalah bagaimana kampung tematik yang sudah tercanang ini bisa "istiqamah" dan terus mengembangan diri, bukan sekadar slogan.
Kompetisi kampung tematik yang digerakkan Pemkot bisa menjadi pemacu warga terus bergerak dan mengembangkan diri.
Maju-tidaknya mereka dilandasi semangat dari mereka sendiri. Nah, siapa yang mau menjaring peluang ekonomi ini?
Bila ekonomi kreatif ini sudah terbangun kuat di masyarakat, maka bukan tak mungkin Semarang akan berdiri tegap sebagai kota kreatif di Indonesia. Dan upaya menuju Kota Lama sebagai World Heritage 2020 adalah momen membangun kota kreatif ini. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/moh-anhar-wartawan-tribun-jateng-ok_20170831_073512.jpg)