Reaksi Budiman Sudjatmiko saat Dikritik Sudjiwo Tedjo Bikin Penonton ILC Tertawa
Budayawa Sudjiwo Tedjo mengkritik politisi PDIP, Budiman Sudjiatmiko hingga membuat penonton ILC tertawa.
Penulis: Ardianti WS | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENGC.OM- Budayawa Sudjiwo Tedjo mengkritik politisi PDIP, Budiman Sudjiatmiko hingga membuat penonton ILC tertawa.
Hal tersebut ia sampaikan saat menjadi pembawa acara Indonesia Lawyers Club yang bertajuk "Debat Capres Kedua: Benarkah Jokowi di Atas Angin?", Selasa (19/2/2019).
Mulanya, Sudjiwo Tedjo menyindir politisi Johny G Plate yang meminta waktu kepada Karni Ilyas.
"Saya kagum sama Johny G Plate yang meminta waktu setengah detik, itu gimana caranya, anoman saja tidak bisa, dan itu dilakukan itulah politisi," ujarnya yang disambut tawa penonton.
Mulanya, Sudjiwo Tedjo membantah bahwa Jokowi dan Prabowo bukan di atas angin.
"Menurut saya, Jokowi bukan diatas angin, Prabowo juga bukan di atas angin, karena menurut ilmu pedalangan yang di atas angin adalh orang-orang netral," ujarnya.
Lantas, Karni Ilyas menanggapi bahwa Sudjiwo Tedjo kerap dituding sebagai pendukung Prabowo.
"Eh tunggu dulu, anda boleh ngaku netral tapi banyak netizen menuduh Anda itu berpihak," kata Karni Ilyas.
• Dituding Dukung Prabowo, Karni Ilyas dan Sudjiwo Tedjo Tertawa Keras
• Rocky Gerung Sebut ILC Forum Oposisi, Karni Ilyas: Justru Setelah Dia Jadi Pembicara di Sini
• AWAS! Anda Suka Kencing Saat Berenang di Kolam Renang Umum? Bahayanya Luar Biasa!
• Adi Prayitno: Berani Klarifikasi Kesalahan Data, Jokowi Gentleman dan Negarawan
Sudjiwo Tedjo menjelaskan bahwa ia selalu menempatkan dirinya sebagai seniman yang berkarya di luar istana.
"Ya saya dari dulu selalu menempatkan diri seniman di luar istana Pak Karni," karena oposisi di luar istana, saya dianggap bela Prabowo," sambungnya.
Pernyataan itu lantas ditanggapi oleh Karni Ilyas.
"Ya, sama dengan nasib saya Anda itu," ucap Karni Ilyas sembari tertawa.
Sudjiwo Tedjo juga tertawa mendengar pernyataan Karni Ilyas.
"Kalau di atas angin, dalam pedalangan itu resi Abiasa,itu nggak di kurawa nggak di pandawa," ujarnya.
Kemudian, Sujdiwo Tedjo mengapresiasi seorang narasumber, Prastowo.
"Mas prastowo ini kalau ada Pak Jokowi yang salah dibilang salah, kalau POlitisi PDIP, Budiman enggak begitu pokoknya Jokowi bener terus, itu yang saya kritik" ujarnya yang disambut tawa penonton ILC.
Kemudian, Sudjiwo Tedjo menilai bahwa debat capres terlalu teknis sehingga tidak menarik.
"Itu kelas dirjen, buka capres, saya kasih ilustrasi kalau ada orang naik motor tidak pakai helm dan ditangkap polisi, itu kelas teknis, kelas dirjen, kalau orang yang pakai helm bilang, kalau saya mati ada urusan apa, nah itu pertanyaan debat capres," ujar Sujdiwo Tedjo.
Kemudian mengkritik dialog Jokowi dan Prabowo.
Sujdiwo lantas mengaku dirinya kerap membaca buku sains dan matematika.
Lantas, ia berharap agar debat capres tidak membahas soal urusan teknis.
"Saya harap debat nanti sudah tataran konsep," ujar Sudjiwo Tedjo.
Ia juga mengkritik modderator yang hanya menjadi petugas timer.
Sudjiwo Tedjo lantas menekankan bahwa masyarakat harus bahagia.
Tampak Budiman Sudjatmiko ingin menyela namun tidak diberi kesempatan oleh Sujdiwo Tedjo.
"Kamu memihak, kamu tidak di atas angin," ujarnya.
Sudjiwo Tedjo lantas menekankan bahwa hal yang paling penting adalah rasa bahagia.
"Poin dari digital yang paling penting adalah sejauh mana kita bahagia," ujarnya.
Kemudian, Sudjiwo Tedjo menyindir masyarakat yang kerap menggunakan gadget.
• 7 Rumah Termahal di Dunia, The One Los Angeles Berharga Rp 7,2 Triliun
• Bayu Nugroho Doakan Kapten Bhayangkara FC Jajang Mulyana Segera Sembuh dari Cedera Leher
• Adi Prayitno: Berani Klarifikasi Kesalahan Data, Jokowi Gentleman dan Negarawan
"Ada bahagianya begini (mengakses HP), aku tidak merenung, sory aku nggak akan begitu kalau apakah pertumbuhan perlu, apakah HP perlu, gitu," ujarnya.
Ia juga mengatakan bahwa Jokowi dan Prabowo merupakan orang baik.
"Kalau mereka buka orang baik, berarti kita merendahkan KPU yang menerima 2 kandidat itu jadi capres," ujarnya.
Kemudian, Sujdiwo Tedjo membahas soal Ani Yudhoyono dan Bukalapak.
"Jangan sampai ada pendapat, kalau Pak JOkowi ngirim dokter kepresidenan itu orang baik, itu memang amanat undang-undang, kalau Pak Jokowi membantu Bukalapak berarti itu orang baik, lho memang presiden harus begitu, " ujarnya.
Kemudian, Sudjiwo Tedjo membuat contoh.
"kalau kita lihat ke makam-makan jenderal-jenderal tanda jasa, kalimatnya selalu menarik, mendapatkan bintang tanda jasa karena melampaui bertugas kewajibannya, kalau tidak melampaui itu tuntutan undang-undang," ujarnya.
(TribunJateng.com/Woro Seto)