Sabtu, 9 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Teror Pembakaran Kendaraan Terjadi di Sleman

Mobil Supriyoko diparkir di dekat rumahnya di Bantulan, Sidoarum, Godean Sleman. Jumat (22/2) dini hari, dia dibangunkan istri

Tayang:
IST
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, SLEMAN -- Mobil Supriyoko diparkir di dekat rumahnya di Bantulan, Sidoarum, Godean Sleman. Jumat (22/2) dini hari, dia dibangunkan istri lantaran alarm mobil terus berbunyi. Ketika ditengok keluar, ternyata mobil bagian belakang terbakar.

Ketua Bappilu PDI Perjuangan Sleman yang juga calon legislatif itu kaget bukan kepalang. Toyota Rush itu mendadak terbakar. Supriyoko mengaku sekitar pukul 01.00 WIB dirinya masih belum tidur dan masih bisa membalas pesan WhatsApp.

Namun, pada pukul 01.35 saat dirinya sudah tertidur, istrinya membangunkannya karena mendengar alarm mobil miliknya.

"Saya pulang dari acara partai jam setengah dua belas malam. Terus pukul 01.00 WIB lebih saya masih membalas WhatsApp teman, kemudian saya tertidur, kemudian sekitar pukul 01.35 WIB saya dibangunkan istri saya karena alarm mobil berbunyi," terangnya.

Ketika itu juga dia mengaku kaget dan langsung mencari remote mobil miliknya. Namun, karena tidak ketemu remote tersebut, dirinya langsung keluar rumah.

"Ketika saya keluar, apinya sudah berkobar-kobar. Terus dibantu tetangga dan tukang, saya untuk memadamkan api," ungkapnya. Supriyoko mengaku di jok mobil miliknya ada berkas-berkas kepartaian yang terbakar.

"Yang ada di jok mobil berkas-berkas kepartaian. Terbakar, tapi tidak apa-apa. Api belum sempat menjalar ke seluruh mobil. Tapi yang belakang sudah hampir habis. Sampai saat ini saya tidak berpikiran kalau saya punya musuh. Untuk kejadian sekitar 01.35-01.45 WIB," terangnya

Disinggung apakah hal tersebut ada kaitannya dengan kiprahnya di dunia politik, Supriyoko mengaku tidak bisa memastikan. Pasalnya hal tersebut baru kejadian yang pertama kali.

"Kalau masalah politik saya belum bisa ngomong masalah itu. Saya Caleg di Dapil 6 dari PDIP. Sebelumnya belum pernah ada kejadian seperti ini, baru pertama kali," terangnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, dia mengaku langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek setempat seusai kejadian. Baru ketika siang, dia membuat laporan secara resmi ke Polres Sleman

"Saya membuat laporan resmi ke Polres Sleman, meskipun dari Polsek tadi pagi sudah ke sini. Indentifikasi dari Polres sudah, pokoknya segala permalasahan saya serahkan kepada polisi. Saya harap segera terungkap," terangnya.

Saprudin, salah seorang tukang yang sedang membangun rumah Supriyoko mengaku kaget dan langsung terbangun ketika mendengar alarm mobil Supriyoko berbunyi. Kebetulan saat itu dirinya sedang tidur di luar rumah bersama dengan empat tukang lainnya.

Ketika itu, dia mendapati Supriyoko dan sang istri sudah keluar rumah. Baru setelah itu dirinya bersama dengan tukang yang lain, yang juga dibantu tetangga setempat berusaha memadamkan api tersebut.

"Tahunya sekitar jam setengah dua dini hari. Klaksonnya berbunyi keras, kebetulan saya tidur di luar rumah dan tidak jauh dari mobil tersebut. Ketika saya bangun, Bapak Supriyoko dan istri sudah keluar rumah. Langsung kita padamkan bersama-sama," ungkapnya

Saat memadamkan api, Saprudin mengaku ada yang mengambil air lewat selang, ada pula yang mengambil air di selokan. Karena pemadaman dilakukan bersama-sama, maka sekitar 15 menitan api bisa segera dipadamkan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved