Senin, 25 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kopdar Ihya' Pengajian Online Kembali Digelar di MAJT Semarang

Kopi darat (Kopdar) Ihya' kembali digelar di Kota Semarang. Acara pengajian yang rutin digelar seminggu sekali secara online

Tayang:
Penulis: Jamal A. Nashr | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/JAMAL A NASHR
Kopdar Ihya' di Aula Dalam Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Kota Semarang, Sabtu (23/2/2019) malam 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Jamal A Nashr

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kopi darat (Kopdar) Ihya' kembali digelar di Kota Semarang. Acara pengajian yang rutin digelar seminggu sekali secara online melalui siaran langsung akun facebook Ulil Abshor Abdalla ini diselenggarakan di Aula Dalam Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Kota Semarang, Sabtu (23/2/2019) malam.

Peserta hadir dari berbagai kalangan. Setiap peserta juga diberi lembaran Kitab Ihya' Ulumudin yang akan dibedah oleh Ulil. Kitab Ihya' merupakan hasil tulisan Sufi Islam terkenal Imam Gazali.

Dalam pemaparannya, Ulil yang merupakan menantu KH Mustofa Bisri atau Gus Mus menjelaskan dua langkah untuk mengobati penyakit kejiwaan melalui pendekatan rohani. Pertama dengan memilih guru yang tepat. Guru ini harus mampu mendeteksi penyakit hati sehingga mampu mengobati.

"Jika menemukan guru seperti ini ikuti sampai akhir hayat. Namun, dalam kitab ini Imam Gazali menyebutkan guru seperti ini sulit dicari. Ini menjelaskan pada waktu, akan lebih sulit lagi zaman sekarang," sebut pendiri Jaringan Islam Liberat (JIL) itu.

Selanjutnya, kedua mencari teman karib yang jujur. Jujur yang dimaksud adalah apa adanya. Ia akan mengatakan benar jika seseorang benar dan sebaliknya, mengatakan salah saat salah.

"Karena ada teman yang suka bermanis-manis, kita salah tapi untuk menyenangkan dibenarkan. Begitu juga, meski benar jika teman kita bersifat hasad malah dikatakan salah," katanya.

Kunci menghilangkan penyalit kejiwaan dalam Kitab Ihya' Ulumudin sebenarnya ada empat. Namun, karena waktu telah tengah malam, hanya dua yang disampaikan oleh lulusan Harvard University tersebut.

Sementara itu, Rois Syuriyah PWNU Jateng KH Ubaidillah Shodaqoh yang turut mendadar materi malam itu menjelaskan, meskipun ilmu-ilmu hikmah yang disampai Imam Gazali dalam Kitab Ihya' cukup tinggi, kita harus berupaya mencapainya.

"Kalau targetnya tinggi, kalau tidak tercapai minimal masih mendekati itu sudah baik," sebut Kiai Ubaid.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved