Senin, 11 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pengunjung Mengeluh Pasar Induk Kabupaten Brebes Semrawut dan Kumuh

Pasar Induk Kabupaten Brebes terkesan semrawut karena banyak pedagang yang membuka lapak hingga ke tepi jalan.

Tayang:
Penulis: m zaenal arifin | Editor: suharno
TRIBUN JATENG/M ZAENAL ARIFIN
Pengendara melintas di depan Pasar Induk Brebes, Minggu (24/2/2019). Pasar tersebut dikeluhkan karena kondisinya semrawut. 

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Pasar Induk Kabupaten Brebes terkesan semrawut karena banyak pedagang yang membuka lapak hingga ke tepi jalan.

Kondisi itu kerap dikeluhkan karena mengganggu lalu lintas.

Selain pedagang yang membuka lapak di tepi jalan di luar pasar, para pengayuh becak dan parkir kendaraan juga menambah kesemrawutan bagian luar pasar tersebut.

Bahkan, lalu lintas di area jalan pantura itu juga sering tersendat.

Seorang pengunjung, Sunarsih mengatakan, dirinya merasa tak nyaman saat belanja di Pasar Induk.

Selain semrawut karena bagian luar menjadi pasar tumpah, juga kondisinya yang kumuh.

"Padahal itu Pasar Induk, tapi semrawut dan kumuh. Harusnya bisa ditata lebih rapi lagi dan pedagang tidak berjualan di luar sampai ke jalan," keluhnya, Minggu (24/2/2019).

Seorang Anak Tenggelam di Sungai Pemali Brebes Belum Ditemukan, Pencarian hingga Radius 5 Kilometer

Kumuhnya pasar tersebut semakin terasa saat terjadi hujan. Beberapa bagian luar pasar menjadi becek berlumpur dan muncul aroma tak sedap.

"Saya berharap dilakukan penataan agar pengunjung betah berlanja di pasar. Apalagi, Pasar Induk ini kan jadi area penilaian Adipura juga," harapnya.

Semrawutnya bagian luar pasar juga dikeluhkan pengendara yang melintas.

Seorang sopir truk, Suwito mengatakan, dirinya beberapa kali hampir menabrak pengunjung pasar karena lalu lalang melintas saat berbelanja. Meskipun, lalu lintas dalam kondisi ramai.

"Daerah itu rawan kecelakaan. Pedagang kan ada yang berjualan sampai tepi jalan, ada parkir, bahkan bus ngetem juga. Padahal itu masuk jalan pantura," katanya.

Kabid Perdagangan Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (Dinkopumdag) Brebes, Maryono mengatakan, 60 persen dari 24 pasar tradisional di Brebes dalam kondisi rusak dan harus direvitalisasi.

Selain rusak, puluhan pasar juga semrawut dan kumuh.

Namun, ia menilai kondisi itu sangat wajar. Kewajaran itu karena kondisi pasar tradisional memang begitu adanya. Jika pedagang dan pembeli mengeluhkan kondisi itu pun dianggap lumrah.

"Yang namanya pasar tradisional ya begitu, semrawut dan kumuh. Hampir seluruh pasar tradisional di Brebes kondisinya sama," katanya.

Semrawutnya Pasar Induk Brebes, katanya, dikarenakan banyak pedagang yang membuka lapak jualan di luar pasar.

Ia mencatat ada 110 pedagang yang berjualan di luar pasar. Sehingga, hal itu sangat mengganggu baik lalu lintas maupun wajah pusat Kabupaten Brebes.

"Ada 110 pedagang yang di luar. Rencananya, kami akan melakukan penataan pedagang pada 2019 ini. Ke depan tidak ada pedagang lagi yang berjualan di luar," jelasnya.

Dukung Sektor Perikanan, Dandim 0713 Brebes Tebar 20 Ribu Benih Ikan

Penataan tersebut dilakukan agar tidak ada lagi gangguan lalu lintas di jalan pantura yang disebabkan pengunjung maupun pedagang. Selain itu, agar wajah kota juga menjadi bersih dan rapi.

Terkait revitaslisasi, pihaknya belum berencana melakukan revitalisasi pada Pasar Induk.

Revitalisasi pada pada 2019 ini baru akan dikerjakan pada dua pasar tradisional yaitu Pasar Tanjung dan Bantarkawung.

Revitalisasi kedua pasar itu menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat masing-masing Rp 1,5 miliar.

"Kedua pasar itu sudah memprihatinkan. Nanti 80 persen pembangunannya dari keseluruhan bangunan pasar. Jadi sekalian direvitalisasi," ujar Maryono.

Revitalisasi tersebut sebagai bagian dari upaya penataan wajah Kabupaten Brebes agar tidak terkesan kumuh. Selain itu, juga untuk lebih menggiatkan aktivitas jual beli di pasar.

Maryono menambahkan, Dinkopumdag Brebes memperoleh DAK dari pemerintah pusat pada 2019 ini sekitar Rp 4,250 miliar.

Dana tersebut kemudian dialokasikan Rp 3 miliar untuk revitalisasi 2 pasar dan Rp 1,250 miliar untuk Bagian Metrologi untuk pengadaan alat tera ulang.

"Dengan adanya anggaran dari DAK ini kami berharap perwajahan pasar Tanjung akan lebih baik. Untuk pasar Tanjung kami konsen dengan peninggian pasar sekitar setengah meter, karena letaknya sudah di bawah bahu jalan raya. Kami sudah punya konsep gambarnya," tandasnya. (nal)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved