Tribunjateng Hari ini
Ashari Ubah Nama Jadi Samsuri dalam Pelarian di Wonogiri
Selama masa pelariannya di Desa Bakalan, Kecamatan Purwantoro, Wonogiri, Ashari mengubah namanya menjadi Samsuri.
Penulis: Achiar M Permana | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, WONOGIRI - Fakta baru terungkap di balik pelarian Ashari, tersangka kasus dugaan pencabulan santriwati di Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati.
Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Ashari sempat melarikan diri ke Kabupaten Wonogiri sebelum akhirnya diringkus pihak kepolisian, pada Kamis (7/5/2026) lalu.
Selama bersembunyi di Wonogiri, tersangka melakukan berbagai upaya untuk mengelabui warga, termasuk mengganti identitas.
Dalam pelariannya di Desa Bakalan, Kecamatan Purwantoro, Wonogiri, Ashari mengubah namanya menjadi Samsuri.
Hal ini diungkapkan oleh Tejo, warga setempat yang rumahnya sempat ditumpangi oleh tersangka.
Tejo menceritakan, Ashari awalnya datang diantar oleh tetangganya yang bernama Sidam.
Kepada Tejo, Ashari mengaku sebagai warga asal Kota Semarang.
Baca juga: Jenazah Tahrul Korban Kecelakaan ALS Dibawa ke Tegal Lewat Jalan Darat
"Kedatangan pertama itu kan kulanuwun (permisi), ya saya persilakan masuk. Saya tanya, bapak rumahnya mana? (Ashari menjawab) Semarang. Mengaku namanya Samsuri," ujar Tejo kepada Tribun Solo (Tribun Network), dikutip Sabtu (9/5/2026).
Untuk meyakinkan pemilik rumah, Ashari berdalih sedang menjalankan perintah gurunya untuk melakukan ritual keagamaan atau tirakat di kawasan Wonogiri.
Kepada Tejo, ia mengaku diutus untuk mengunjungi sebuah petilasan dan melakukan puasa dalam jangka waktu yang lama.
"Mohon maaf Pak Tejo, saya disuruh guru saya untuk puasa tiga tahun. Saat ini, puasanya baru jalan tiga bulan. Saya ke sini untuk napak tilas ke petilasannya Gusti Wali Gedong Wiyono," kata Tejo menirukan ucapan Ashari.
Oleh karena mengaku tidak memiliki uang untuk menginap di hotel atau penginapan, Ashari meminta izin untuk menumpang sementara di rumah Tejo, sejak Rabu (6/5/2026) pagi.
Pelarian Ashari berakhir saat ia hendak meminjam sepeda motor milik Tejo dengan alasan ingin menemui rekannya di wilayah Purwantoro, pada Kamis dini hari.
"Sekitar jam tiga (pagi) berangkat, kemudian bertemu polisi di bawah dan ditangkap. Lalu dibawa ke mobil dan dibawa kembali ke sini (rumah)," tutur Tejo.
Berita Pencabulan
pencabulan santri
Santriwati Korban Pencabulan
Ashari Kiai Cabul
Ashari
Muh Radlis
| Jenazah Tahrul Korban Kecelakaan ALS Dibawa ke Tegal Lewat Jalan Darat |
|
|---|
| Ngadiono Keliling Sumatra Jual Kasur Kapuk Produksi Karaban |
|
|---|
| Bawang Bombai Mini Masuk Pasar, Gubernur Ahmad Luthfi Tegaskan Bawang Merah Tetap Prioritas Unggulan |
|
|---|
| 19 Perlintasan Kereta Api di Blora Belum Ada Palang Pintu, Satu Titik Butuh Anggaran 200 Juta |
|
|---|
| Tiga Bos Bank BJB Divonis Bebas dalam Kasus Kredit Sritex |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Tribun-Jateng-Hari-Ini-Minggu-10-Mei-2026.jpg)