Minggu, 10 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribunjateng Hari ini

Ashari Ubah Nama Jadi Samsuri dalam Pelarian di Wonogiri 

Selama masa pelariannya di Desa Bakalan, Kecamatan Purwantoro, Wonogiri, Ashari mengubah namanya menjadi Samsuri. 

Tayang:
Penulis: Achiar M Permana | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/Bram Kusuma
Tribun Jateng Hari Ini Minggu 10 Mei 2026 

TRIBUNJATENG.COM, WONOGIRI - Fakta baru terungkap di balik pelarian Ashari, tersangka kasus dugaan pencabulan santriwati di Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Ashari sempat melarikan diri ke Kabupaten Wonogiri sebelum akhirnya diringkus pihak kepolisian, pada Kamis (7/5/2026) lalu. 

Selama bersembunyi di Wonogiri, tersangka melakukan berbagai upaya untuk mengelabui warga, termasuk mengganti identitas.

Dalam pelariannya di Desa Bakalan, Kecamatan Purwantoro, Wonogiri, Ashari mengubah namanya menjadi Samsuri. 

Hal ini diungkapkan oleh Tejo, warga setempat yang rumahnya sempat ditumpangi oleh tersangka.

Tejo menceritakan, Ashari awalnya datang diantar oleh tetangganya yang bernama Sidam.

Kepada Tejo, Ashari mengaku sebagai warga asal Kota Semarang. 

Baca juga: Jenazah Tahrul Korban Kecelakaan ALS Dibawa ke Tegal Lewat Jalan Darat 

"Kedatangan pertama itu kan kulanuwun (permisi), ya saya persilakan masuk. Saya tanya, bapak rumahnya mana? (Ashari menjawab) Semarang. Mengaku namanya Samsuri," ujar Tejo kepada Tribun Solo (Tribun Network), dikutip Sabtu (9/5/2026). 

Untuk meyakinkan pemilik rumah, Ashari berdalih sedang menjalankan perintah gurunya untuk melakukan ritual keagamaan atau tirakat di kawasan Wonogiri.

Kepada Tejo, ia mengaku diutus untuk mengunjungi sebuah petilasan dan melakukan puasa dalam jangka waktu yang lama. 

"Mohon maaf Pak Tejo, saya disuruh guru saya untuk puasa tiga tahun. Saat ini, puasanya baru jalan tiga bulan. Saya ke sini untuk napak tilas ke petilasannya Gusti Wali Gedong Wiyono," kata Tejo menirukan ucapan Ashari

Oleh karena mengaku tidak memiliki uang untuk menginap di hotel atau penginapan, Ashari meminta izin untuk menumpang sementara di rumah Tejo, sejak Rabu (6/5/2026) pagi.

Pelarian Ashari berakhir saat ia hendak meminjam sepeda motor milik Tejo dengan alasan ingin menemui rekannya di wilayah Purwantoro, pada Kamis dini hari. 

"Sekitar jam tiga (pagi) berangkat, kemudian bertemu polisi di bawah dan ditangkap. Lalu dibawa ke mobil dan dibawa kembali ke sini (rumah)," tutur Tejo. 

 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved