Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Lipsus Tambaklorok : Pram Harap Pedagang Tidak Jemur Ikan di Pasar

Sekretaris Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Semarang, M Irwansyah menjelaskan bahwa pembangunan Kampung Bahari Tambaklorok

Tribun Jateng/Mamdukh Adi Priyanto
Pekerja menjemur ikan asin di desa kelompok nelayan Asemdoyong Kecamatan Taman, Pemalang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Sekretaris Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Semarang, M Irwansyah menjelaskan bahwa pembangunan Kampung Bahari Tambaklorok melibatkan sejumlah dinas terkait antara lain Distaru, DPU, dan lainnya.

Dibutuhkan waktu untuk pengumpulan data, update informasi terkait perkembangan pembangunan Kampung Bahari Tambaklorok. Setelah pembebasan lahan untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan revitalisasi pasar, pihaknya kini sedang mengerjakan pembangunan pos Lanal.

"Karena proyek ini merupakan usulan dari pemda maka kucuran dana bersumber dari pemerintah daerah. Sedangkan untuk proses fisik bangunan, sumber dananya berasal dari pemerintah pusat," tambah Kasi Pemetaan dan Pertanahan Distaru Kota Semarang, Putut Cahyo Nugroho.

Distaru bertugas melakukan pembebasan lahan untuk revitalisasi pasar dan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Kini proses pembebasan lahan keduanya telah selesai. Namun Putut lupa berapa jumlah kucuran dana yang diberikan untuk melakukan pembebasan lahan RTH dan pasar.

Sepengetahuannya uang pembebasan lahan dilakukan dalam dua tahun anggaran, 2017 dan 2018. "Ruang terbuka hijau dan pasar, tidak ada masalah semua sudah dibebaskan," tuturnya. Sedangkan pembebasan lahan untuk akses jalan dikerjakan oleh DPU.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kemen PUPR) membangun jalan dan pasar tradisional untuk pedagang ikan. Saat ini, para pekerja melakukan pekerjaan tahap finishing dengan perapian dan pengecatan. Ada 72 los di lantai satu dan 15 kios tertutup dan los terbuka di lantai dua.

Los yang berada di lantai satu diperuntukkan bagi pedagang ikan basah. Kios didesain standar penjualan ikan basah. Setiap kios dilengkapi tempat pemotongan ikan, kran air, lampu, saklar, dan stop kontak. Sedangkan lantai dua diperuntukkan bagi pedagang non ikan basah. 15 kios di lantai atas telah dilengkapi pintu rolling door. Untuk los terbuka bisa dibagi sesuai dengan kebutuhan.

Secara keseluruhan, Pasar Tambaklorok bisa menampung sekitar 147 pedagang yaitu 72 di lantai satu, 15 di lantai dua, dan los terbuka yang ada di lantai dua bisa menampung sekitar 60 pedagang.

Fasilitas pasar yang ada, di antaranya empat toilet di masing-masing lantai, alat pemadam api ringan di masing-masing lantai, kantor pengelola pasar, musala, sumur dalam tanah, dan tempat parkir. Untuk naik ke lantai dua, pedagang bisa menggunakan tangga dan ram. Ram bisa dimanfaatkan untuk pedagang yang berjualan menggunakan sarana gerobak.

Pasar Tambaklorok juga dilengkapi bangunan pengolahan limbah sampah di belakang pasar dan pengangkut sampah. Pengelola dapat mengurai sampah kering dan basah.

Dengan melihat detail engineering design (DED) atau gambar perencanaan detail bangunan, pasar tidak bisa lagi dimanfaatkan untuk menjemur ikan. Para nelayan dan pedagang biasanya menjemur ikan di lokasi yang sama yakni di pasar.

Hal itu pun memunculkan respons di kalangan pedagang. Mereka ingin pasar tetap bisa digunakan baik untuk berdagang maupun menjemur ikan.

R Pramihardi Nur Cahyono mengatakan kebiasaan pedagang yang menjemur ikan di pasar tersebut tidak tepat. "Fungsi pasar itu untuk jual beli atau untuk proses menjual barang. Kalau untuk penjemuran atau bicara pabrikasi, itu harus di tempat tersendiri," kata Pramihardi selaku Satker Pengembangan Kawasan Permukiman Strategis (PKPS) Kemen PUPR.

Menurutnya, pihaknya harus mengajarkan budaya atau kebiasaan yang baik kepada masyarakat. Yakni, melakukan sesuatu harus pada tempatnya, termasuk untuk penjemuran ikan.

"Nggak mungkin proses itu (penjemuran dan berdagang) sekaligus dilakukan di pasar. Proses produk ikan harus dijual dalam kondisi bersih, karena itu dari proses awal hingga terakhir harus memperhatikan kebersihan tempat pengolahan, tujuannya itu," ujarnya. (tim)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved