Rabu, 27 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Bambang Bersimpuh, Menangis Ceritakan Setahun Masa Pelariannya, Indrawati : Kenapa Ditabrak?

Pelaku tabrak lari di Simpang Hanoman Jalan Siliwangi Kota Semarang, Bambang Susanto (56) menangis di depan korbannya

Tayang:
Penulis: Jamal A. Nashr | Editor: muslimah
Tribunjateng.com/Jamal A. Nashr
Pelaku tabrak lari di Simpang Hanoman, Bambang Susanto (56) setelah ditangkap anggota Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang, dipertemukan dengan korban di Mapolrestabes Semarang, Jumat (1/3/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pelaku tabrak lari di Simpang Hanoman Jalan Siliwangi, Kota Semarang, Bambang Susanto (56) menangis di depan korbannya.

Ia berhasil diringkus anggota Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang setelah menjadi buron selama setahun.

Bambang ditangkap di Kebumen, Kamis (28/2/2019).

Bambang dipertemukan dengan dua korban di Mapolrestabes Semarang.

Kedua korban yang merupakan ibu dan anak mengalami luka serius sehingga diamputasi kakinya.

Sang ibu Indrawati (54) diamputasi kaki kanan sementara anaknya, Oky Yudi Satrio (10) diamputasi kedua kakinya.

Pelaku tabrak lari di Simpang Hanoman Jalan Siliwangi Kota Semarang, Bambang Susanto (56) menangis di depan korbannya. Ia berhasil diringkus anggota Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang setelah menjadi buron selama setahun. Bambang ditangkap di Kebumen, Kamis (28/2/2019).
Pelaku tabrak lari di Simpang Hanoman Jalan Siliwangi Kota Semarang, Bambang Susanto (56) menangis di depan korbannya. Ia berhasil diringkus anggota Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang setelah menjadi buron selama setahun. Bambang ditangkap di Kebumen, Kamis (28/2/2019). (Tribunjateng.com/Jamal A. Nashr)

"Saya kalut, bingung. Saya masih punya anak kecil, saya mikir keluarga saya," ucap Bambang, Jumat (1/3/2019).

Setelah kejadian kecelakaan, Bambang tidak menolong korban malah kabur.

Selama menjadi buron, ia mengaku tetap menjalani profesi sebagai supir secara sembunyi-sembunyi.

Saat ditangkap, tersangka tengah berada di indekost bersama isteri ketiganya di Kebumen.

Sambil menangis, di depan kedua korban Bambang meminta maaf.

Ia juga bersimpuh di depan korban yang duduk di kursi roda.

Bambang mengaku menyesal namun tidak kunjung menyerahkan diri ke kepolisian hingga setahun pelarian.

"Waktu itu remnya blong, di depan mobil banyak. Saya tidak punya pilihan lain. Saya minta maaf," katanya di depan para korban.

Sejak menjadi korban kecelakaan setahun lalu, Oky yang kini duduk di kelas 3 SD menjadi jarang bermain di luar.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved