Warga Binaan Lapas Kelas I Semarang Belajar Bercocok Tanam di Dalam Penjara

Berbagai macam tanaman pertanian dipanen di lahan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang, Jumat (1/3/2019).

Warga Binaan Lapas Kelas I Semarang Belajar Bercocok Tanam di Dalam Penjara
TRIBUN JATENG/RAHDYAN TRIJOKO PAMUNGKAS
Warga Binaan Pemasyarakatan panen tanaman yang di tanam di lahan Lapas Kelas I Semarang

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berbagai macam tanaman pertanian dipanen di lahan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang, Jumat (1/3/2019).

Tanaman-tanaman tersebut ditanam dan dipelihara oleh para warga binaan pemasyarakatan.

Tak membutuhkan lahan luas untuk menanam produk pertanian. Tanaman pertanian hanya ditanam sisa lahan yang ada di dalam Lapas.

Hasil panen rencananya akan dijual ke pasaran. Selain didistribukan tanaman tersebut akan dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan di dalam lapas.

Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Kelas I Semarang, Taufik Seno Aji menuturkan tanaman yang saat dipanen diantaranya sawi, tomat, pepaya, dan jeruk. Hasil tersebut merupakan program pembinaan, kemandirian para narapidana.

"Hal ini bertujuan agar setelah bebas mempunyai bekal," ujar mantan bendahara Dinas Sosial Kabupaten Batang yang tersangkut perkara Tindak Pidana Korupsi.

PSIS Semarang Kedatangan Wallace Costa, Ini Tanggapan M Rio Saputro

Seno telah menjalani 3,5 tahun menjalani masa hukuman. Baginya kegiatan bercocok tanam merupakan hal yang biasa saat belum masuk penjara.

"Tidak ada kendala saat mendapat pelatihan ini. Karena sebelumnya juga senang bercocok tanam," tuturnya.

Menurutnya, adanya program tersebut dapat menambah penghasilan saat bebas dari masa tahanan. Dirinya ingin ilmu yang didapat dapat diterapkan dikampungnya.

"Kebetulan kampung saya di pedasaan. Jadi saya ingin dengan ilmu yang saya punya bisa menyejahterahkan masyarakat," tukasnya.

Kepala lapas Kelas I Semarang, Dadi Mulyadi mengatakan penanaman tanaman pertanian di lingkungan lapas telah direncanakan sejak empat bulan yang lalu bulan Oktober.

Program tersebut merupakan kerjasama dengan Dinas Pertanian Kota Semarang.

"Setiap pekan pada hari Selasa dilakukan pembinaan kepada warga binaan di lapas untuk memilihara perkebunan yang ada di dalam," tuturnya.

Hasil pertanian, kata Dady, selain untuk memenuhi kebutuhan di lapas, juga akan dijual. Ada beberapa penampung yang sudah mengantre untuk membeli hasil panen tersebut.

"Tanaman tersebut ditanam di lorong 5 kali 150 dengan luas tanah 1200 meter persegi. Tanah ini kami manfaatkan jangan sampai ditumbuhi alang-alang," jelasnya. (rtp)

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved