Rantang Berkah di Purbalingga, Lansia Sebatang Kara Dapat Kiriman Makanan Bergizi
Di antaranya yang menarik perhatian seperti dilakukan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur dengan meluncurkan program Rantang Kasih
Penulis: khoirul muzaki | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Fakir miskin dan anak-anak telantar dipelihara oleh negara. Kalimat itu tercantum dalam pasal 34 ayat (1) Undang-undang Dasar (UUD) 1945. Aplikasinya pemerintah terhadap amanat UUD itu bisa bermacam-macam.
Di antaranya yang menarik perhatian seperti dilakukan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur dengan meluncurkan program Rantang Kasih.
Melalui program itu, fakir miskin, utamanya lansia non produktif dipelihara dengan baik oleh pemerintah. Setiap hari, ada petugas yang mengantar makanan kepada para lansia sehingga gizi mereka terjamin.
Jauh dari Banyuwangi, di Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah, program itu mulai diadopsi. Kegiatannya sama, hanya namanya yang sedikit berbeda.
Rantang Berkah namanya. Launching program itu salah satunya dilakukan oleh Pemerintah Kecamatan Bukateja di Desa Bukateja kemarin, Jumat (1/3).
Tak hanya Kecamatan Bukateja, launching Rantang Berkah dilakukan di tiap kecamatan di Kabupaten Purbalingga. Rencananya, kata dia, program Rantang Berkah ini dilaunching di tingkat kabupaten pada 4 Maret 2019 mendatang.
Selain amanat UUD 1945, program ini diakuinya terinspirasi dari hasil studi banding Pemerintah Kabupaten Purbalingga di Banyuwangi.
“Kalau di Banyuwangi itu namanya program Rantang Kasih, kalau kita Rantang Berkah,” ujar Sisngadi.
Sasaran program ini adalah lansia sebatang kara atau dari kalangan tidak mampu. Kalangan itu memang pantas dibantu. Dalam kondisi tubuh yang rapuh, bahkan sakit-sakitan, sulit bagi mereka mencukupi kebutuhannya sendiri. Beruntung jika masih ada keluarga atau sanak yang menanggungnya.
Tak jarang, lansia tinggal sebatangkara dalam kondisi memprihatinkan atau hidup di bawah garis kemiskinan. Kelemahan itu menjadikan hidupnya selalu bergantung dari belas kasihan orang, termasuk dalam urusan makan.
Saat ini, terdapat tujuh desa yang menjadi sasaran Program Rantang Berkah, meliputi Desa Tidu, Desa Kembangan, Desa Wirasaba, Desa Majasari, Desa Bukateja, Desa Kedungjati, dan Desa Kutawis.
“Yang terbanyak itu Desa Tidu ada lima orang penerima ‘Rantang Berkah’, jadi total semua ada 24 lansia di satu kecamatan yang menerima program ini,” imbuhnya.
Menu yang dibagikan kepada lansia lemah ini bukan asal-asalan. Karena tujuannya untuk menjaga kesehatan lansia, pastinya menu yang diberikan bergizi.
Untuk memastikannya, menu Rantang Berkah ini diatur oleh ahli gizi atau tim teknis dari kecamatan dan Puskesmas. Satu rantang berisi dua paket makan, yakni untuk makan pagi dan makan siang. Untuk menjamin kualitas menu terjaga, makanan itu diambil dari rumah makan yang dipastikan representatif.
"Jangan sampai lansia ini malah nantinya kekurangan gizi,” jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pemberian-rantang-berisi-menu-makanan-bergizi-kepada-lansia-di-kecamatan-bukateja.jpg)